SUBULUSSALAM (Waspada.id): Pemko dan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Subulussalam bersafari ramadan ke lima kecamatan waktu terpisah. Pemko berturut, 2 s/d 6 Maret 2026, Kankemenag berselang, 24 Februari s/d 4 Maret 2026.
SK Wali Kota Subulussalam tentang Penetapan Tim Safari Ramadan 1447 Hijriyah, diterima Waspada.id dari Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah (DSIPD), Hotma Capah, S.Ag ditulis, hari terakhir, Jumat (6/3) malam ini di Masjid Al Muhajirin, Desa Kampung Baru, Penanggalan.
Sementara hari pertama di Masjid Baitul Ihsan, Desa Subulussalam Kota, Simpang Kiri, Senin (2/3). Lalu Masjid As Syukur, Desa Rantau Panjang, Longkib, Selasa (3/3), Masjid Hamzah Al Fansuri, Desa Rundeng, Rabu (4/3), Masjid Al Falah, Desa Jambi Baru, Sultan Daulat, Kamis (5/3).
96 personel Tim Pemko, dipimpin Wali Kota, Haji Rasyid Bancin dilengkapi penceramah, qori dan moderator.
96 personel tim, wakil wali kota, Ketua dan anggota DPRK, Dandim, Kapolres, Kajari, Ketua MPU, PN dan Mahkamah Syar’iyah, Dansub Denpom, Sekda, Ketua Tim PKK dan BKMT, Danki Brimob, para asisten dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK), Dir. RSUD, para pimpinan Lembaga Keistimewaan Aceh dan sejumlah sekretaris, Kakan Kemenag, sejumlah Kabid, pimpinan Bank BSI dan Bank Aceh, Kepala Kwarcab Pramuka, Ketua PD Al Washliyah, ACT, FKPD, Fosda, DPD BKPRMI, MPC PP, Pemudata dan DPD KNPI, Kepala Kementerian Haji dan Umrah serta perwakilan insan pers media cetak (PWI, AJI, PWRI dan AWNI).
Penceramah, qori dan moderator, Amrullah, Awaludin Bancin, Muhadis, Rahaji Sinaga, Ahmadi, Amiruddin Zulfarsi, Eldy Sahputra, Amir Musdik, Suherman, Harun, Muhtadin, Junaidi, Muhajirin Amiludin, Umma Abidin, Nova Irawan Sinaga dan Sartani.
Sementara Tim Kemenag, sesuai jadwal ditandatangani Kakan, H. Munawar, SE, M.Si, 2 Februari 2026 melibatkan unsur pimpinan di Kantor Kemenag memberi kata sambutan dan arahan, dilengkapi dengan MC, penceramah dan imam.
Hari pertama, Tim IV bersama Kakan Munawar ke Masjid Al Muhajirin, Desa Ciparepare Timur, Sultan Daulat, penceramah Abdurrazaq Naufal dan imam, Budi S, Selasa (24/2).
Tim I ke Masjid Al Ikhlas, Desa Belegen Mulia, Simpang Kiri bersama Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU), penceramah Chaerul Anwar dan imam, Syukran, Kamis (26/2).
Tim III ke Masjid Al Istiqamah, Desa Kampung Badar, Rundeng bersama Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Kasi Bimas), penceramah Salmaja, dan imam Amir Mahmud, Sabtu (28/2).
Tim II Penanggalan, bersama Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis), penceramah Ulil Azmi dan imam Zaini, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Penanggalan ke Masjid Al Iman, Desa Jontor, Penanggalan, Senin (2/3) dan terakhir Tim V ke Masjid Al Muhajirin, Desa Sikerabang, Longkib bersama Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa), penceramah Fikri Mubarak Juli Armun Putra Rangkuti dan imam Budiman, Rabu (4/3.
Menyambut baik kedatangan tim ke Masjid Al Iman, Jontor yang ditandai pemberian santunan sejumlah warga kurang mampu, bantuan alquran dan bahan berbuka hingga sirup, sejumlah jamaah pun mengaku heran adanya perubahan hitungan rakaat shalat tarawih, terlebih informasi dilakukan perubahan bukan awal.
“Tiba-tiba habis lapan rakaat, imam umumkan lanjut witir,” kata beberapa jamaah usai shalat, pastikan puluhan tahun, sejak mushalla hingga saat ini menjadi masjid, tidak pernah delapan rakaat tarawih di masjid itu.
Meski tidak terlalu protes karena tim yang datang golongan orang berilmu, disarankan ke depan jika berkunjung ke satu masjid dan akan memimpin shalat sebaiknya diawali komunikasi, koordinasi dengan unsur pengurus atau imam masjid setempat, lantas diumumkan kepada jamaah sebelum shalat agar tidak menuai gaduh. “Itu saja pesan kita,” pungkas sumber. (id130)












