AcehEkonomi

Pemprov Aceh Dorong Penguatan Hulu Migas, Proyeksikan Arun dan Sabang

Pemprov Aceh Dorong Penguatan Hulu Migas, Proyeksikan Arun dan Sabang
Kepala BPMA, Nasri Djalal (kiri) bersama Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir (kanan) usai menghadiri The 7th Aceh Upstream Oil and Gas Supply Chain Management Summit 2026 di Banda Aceh, Senin (2/2/2026). Waspada.id/Hulwa Dzakira
Kecil Besar
14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Pemerintah Aceh bersama Mubadala Energy terus mendorong penguatan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) guna meningkatkan produksi dan memperkuat kontribusi migas terhadap pendapatan daerah dan nasional.

Penguatan hulu migas tersebut diarahkan melalui rencana menjadikan Arun sebagai receiving facility serta Sabang sebagai pusat offshore logistics migas.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mengatakan Aceh memiliki potensi migas besar yang perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan para kontraktor.

“Penguatan sisi hulu menjadi kunci peningkatan produksi. Selama ini Aceh merupakan salah satu penyumbang migas terbesar, dan potensi ini harus terus dioptimalkan,” ujar M. Nasir usai menghadiri The 7th Aceh Upstream Oil and Gas Supply Chain Management Summit 2026 di Banda Aceh, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, peningkatan produksi hulu migas akan berdampak langsung terhadap pendapatan daerah. Pemerintah Aceh juga mendorong agar setiap rencana pengembangan lapangan migas menyesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Terkait kerja sama dengan Mubadala Energy, Pemerintah Aceh terus melakukan pembahasan Plan of Development (POD) agar pengelolaan migas berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami mengusulkan agar POD yang diajukan memperhatikan kondisi Aceh, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal,” katanya.

Selain peningkatan produksi, penguatan hulu migas juga diarahkan untuk mendorong hilirisasi industri di Aceh. Salah satunya melalui pengembangan fasilitas penerimaan dan logistik migas.

M. Nasir menyebutkan, sesuai ketentuan, Aceh memperoleh porsi 30 persen dari pengelolaan migas. Dengan penguatan sektor hulu, porsi tersebut diharapkan memberi dampak signifikan bagi pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala BPMA, Nasri Djalal, mengatakan upaya penguatan hulu migas juga diiringi dengan pemulihan fasilitas produksi yang sempat terganggu akibat banjir.

“BPMA terus melakukan perbaikan agar seluruh wilayah kerja dapat kembali berproduksi normal,” ujarnya.

Sejak 1 Februari 2026, sejumlah wilayah kerja seperti Triangle Pase dan Medco mulai kembali beroperasi secara bertahap.

BPMA menargetkan seluruh fasilitas produksi migas di Aceh kembali on-stream paling lambat 1 Maret 2026, sehingga program penguatan sektor hulu migas dapat berjalan optimal. (Hulwa)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE