BANDA ACEH (Waspada.id): Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kwarda Gerakan Pramuka Lampung menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp500 juta bagi korban bencana banjir dan longsor di Aceh, dalam penyerahan simbolis di Gedung Kwarda Gerakan Pramuka Aceh, Jumat (23/1).
Bantuan diserahkan oleh Wakil Gubernur Lampung sekaligus Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Lampung Jihan Nurlela, dan diterima oleh Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir, SIP, MPA.
“Penyerahan dana kemanusiaan ini merupakan amanah dari masyarakat Provinsi Lampung melalui pemerintah dan bagian dari kepedulian Gerakan Pramuka Lampung dalam merespons bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh,” ujar Jihan.
Total bantuan Rp500 juta terdiri dari Rp250 juta dari Pemprov Lampung dan Rp250 juta dari donasi internal Kwarda Gerakan Pramuka Lampung, yang dikumpulkan melalui aksi Bumbung Kemanusiaan seluruh jajaran Pramuka di Lampung. “Seluruh dana yang terkumpul disalurkan melalui mekanisme yang terkoordinasi agar tepat sasaran dan cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah wujud pengabdian kami kepada bangsa dan negara,” ucapnya. Sebanyak Rp250 juta diterima Pemprov Aceh, sedangkan sisanya disalurkan langsung oleh Kwarda Gerakan Pramuka Aceh.
Sekda Aceh M. Nasir menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian tersebut. Menurutnya, bantuan sangat berarti di tengah upaya pemulihan daerah terdampak. Ia melaporkan jumlah pengungsi telah menurun drastis dari sekitar satu juta jiwa menjadi sekitar 91 ribu jiwa di 988 titik pengungsian.
Di sektor kesehatan, Pemerintah Aceh telah mengaktifkan kembali layanan rumah sakit dan menyiagakan 530 pos kesehatan dengan dukungan tenaga medis dari berbagai daerah. “Khususnya di Aceh Tamiang, meskipun belum optimal akibat kerusakan infrastruktur yang parah, namun secara umum layanan rumah sakit daerah telah kembali operasional. Alhamdulillah, dengan kolaborasi semua pihak, kita berhasil mencegah wabah kolera. Saat ini fokus penanganan diarahkan pada penyakit kulit, ISPA, serta berbagai layanan kesehatan lain sesuai kebutuhan para pengungsi,” jelas M. Nasir.
Pada sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar telah kembali berjalan sejak 5 Januari 2026, dengan relawan ASN membersihkan sekolah dari sisa material banjir di Aceh Tamiang, dengan proses disesuaikan kondisi masing-masing fasilitas.
M. Nasir juga mencatat banyaknya bantuan yang masuk secara langsung ke daerah terisolasi, yang menunjukkan solidaritas nasional yang kuat. Fokus penanganan saat ini diarahkan pada pemulihan infrastruktur dan ekonomi, dengan target memulihkan konektivitas desa terisolasi sebelum Ramadan. “Saat ini terdapat 150 organisasi masyarakat sipil (CSO) dan 96 pelaku dunia usaha yang bergabung bersama Pemerintah Aceh untuk mempercepat proses pemulihan,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Aceh Jufri Effendi, Sekretaris Kwarda Gerakan Pramuka Aceh Darmawan, Kepala Pelaksana BPBA Fadmi Ridwan, serta Ketua Harian Kwarda Gerakan Pramuka Lampung Rifki Sofyan bersama rombongan. (id65)










