Pencari Kerang Meninggal Tenggelam

  • Bagikan
Petugas BPBD dan Tim SAR dibantu TNI/Polri serta warga mengevakuasi jenazah korban tenggelam di Sungai Tampak, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Senin (5/2). Waspada/Muhammad Ishak
Petugas BPBD dan Tim SAR dibantu TNI/Polri serta warga mengevakuasi jenazah korban tenggelam di Sungai Tampak, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Senin (5/2). Waspada/Muhammad Ishak

PEUREULAK (Waspada): Setelah 26 jam tenggelam, remaja usia belasan tahun akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sungai Tampak, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Senin (5/2) sekira pukul 11:00.

Tim yang melakukan pencarian melibatkan anggota Polsek Ranto Peureulak, Koramil 14/RTP, Tim SAR dan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Kabupaten Aceh Timur. Pencarian dilakukan sejak korban jatuh dan hilang di sungai, Minggu (4/2) sekira pukul 09:00.

Korban bernama Yusuf Karzawi Bin Amir Asnawi, 17, asal Dusun Tanjung Gunteng, Gampong Beurandang, Ranto Peureulak, Aceh Timur. “Sehari setelah tenggelam, korban ditemukan tadi pukul 11.00 Wib,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Nova Suryandaru, melalui Kapolsek Ranto Peureulak Iptu Andi Ananta Grilya Utama, Senin (5/2).

Peristiwa bermula saat koban bersama tiga rekan lain yakni Syamsul, M. Fajri dan Sidi, berangkat dari rumahnya mencari kerang (pempeng) di Sungai Peureulak tepatnya di Dusun Gabungan, Gampong Tampak, Ranto Peureulak, Aceh Timur, sekira pukul 09.00.

“Sesampai di lokasi mereka turun ke sungai untuk mencari kerang dengan cara menyelam. Saat itu Syamsul bersama korban. Sementara M. Fajri bersama Sidi berjarak sekitar 50 Meter di lokasi aliran sungai yang sama,” ujar kapolsek.

Dia melanjutkan, karena di lokasi tempatnya mencari kerang dirasa kurang banyak kerang, lalu Syamsul berpindah ke lokasi kedua rekannya yakni M. Fajri bersama Sidi. Sedangkan Yusuf Kardawi ditinggalkan sendiri di lokasi awal.

“Tidak lama berselang, Yusuf Kardawi memilih untuk menyusul dengan cara berenang mengikuti aliran sungai. Namun arus sungai yang deras membuatnya terseret arus sungai,” urai kapolsek.

Melihat Yusuf Kardawi meminta pertolongan, lalu Syamsul berusaha menolong dengan menarik tangan korban. Tetapi terlepas dan tidak berhasil tertolong dan korban tenggelam di tempat tersebut.

“Setelah korban tenggelam, lalu Syamsul bersama rekan-rekannya melaporkan ke warga setempat dan Polsek Ranto Peureulak untuk diteruskan ke pihak BPBD Aceh Timur. Hal itu guna dilakukan pencarian dengan menggunakan peralatan yang dimiliki pemerintah,” kata Kapolsek Ranto Peureulak, pencarian dimulai sejak pukul 12:00.

Menjelang malam, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan pagi sekira pukul 07.00. “Setelah dilanjutkan pencarian hari kedua, akhirnya korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Lalu jenazah dibawa pulang ke rumah untuk diserahkan ke pihak keluarga,” pungkas Iptu Andi Ananta Grilya Utama. (b11).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *