Pengurus TP PKK Kota Jantho Pengenalan Seni Lukis

- Aceh
  • Bagikan
Pengurus TP PKK Kota Jantho Pengenalan Seni Lukis
Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Jantho Aceh Besar mengikuti kegiatan pengenalan seni lukis yang diberikan oleh dosen ISBI (Institute Seni Budaya Indonesia) di Gedung Serbaguna, Gampong Jantho Makmur, Minggu (17/9). (Waspada/Ist)

KOTA JANTHO (Waspada): Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Jantho, Aceh Besar telah mengikuti kegiatan pengenalan seni lukis yang diberikan oleh dosen ISBI (Institute Seni Budaya Indonesia).

Hal itu sebagaimana disampaikan Keuchik Jantho Makmur, Sabri, di Kota Jantho, Minggu (17/9).

“Pemerintah Gampong sangat mendukung kegiatan pengenalan kreatifitas seni pada media tas dan sebagainya bagi Pengurus TP PKK Jantho Makmur yang diberikan oleh dosen dan mahasiswa ISBI Aceh,” ujarnya.

Program pengenalan seni lukis melalui media tas dengan teknik dekoratif yang bertujuan untuk menghasilkan produk kreatif dan inovatif tersebut dibimbing oleh Dosen ISBI Aceh, Miftahun Naufa, M.Sn, Anni Kholilah, M.Sn, Muhammad Ghifari, MSn beserta beberapa mahasiswa dari Program Studi Seni Rupa Murni dan Program Studi Desain Komunikasi Visual.

Ketua TP PKK Gampong Jantho Makmur, Suryani Sabri mengatakan, kehadiran ISBI Aceh sangat dibutuhkan dalam rangka memberikan sentuhan seni, estetika, dan meningkatkan kreatifitas masyarakat secara langsung.

Sehingga, katanya, melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, kami mendapatkan dampak positif secara langsung, diberikan pengenalan bagaimana melukis pada media tas, dan bagaimana menjadikan tas yang polos memiliki nilai seni dan menjadi produk inovatif yang tentunya memiliki nilai jual lebih.

“Tentunya dengan pengenalan seni lukis ini kami berharap dapat menghasilkan produk-produk kreatif dan inovatif sehingga dapat kami bawa pada perlombaan maupun pameran-pameran kelompok PKK tingkat Kabupaten,” katanya.

Sementara Dosen ISBI, Anni Kholilah, MSn menjelaskan proses terciptanya karya pada kegiatan ini melalui beberapa tahapan. Tahap pertama diawali dengan perancangan sketsa dan desain gambar.

“Disini setiap peserta kita berikan pensil, kertas, dan alat gambar lainnya, kemudian diminta membuat rancangan sketsa sesuai dengan keinginannya masing-masing untuk melihat tingkat kretifitas dan imajinasi peserta,” ungkapnya.

Pada tahap berikutnya, Anni menjelaskan masing-masing peserta diberikan tas untuk diberikan motif dekoratif sesuai dengan apa yang mereka rancang pada kertas sebelumnya. Ini merupakan tahapan yang sedikit sulit dibandingkan tahapan awal, sebab para peserta harus menggunakan kuas dan cat langsung ke media tas.

“Selanjutnya dilakukan tahap akhir proses pemberian kontur atau outline pada setiap motif dekoratif yang sudah selesai dilukis pada masing-masing tas,” ujar Anni. (b03)

  • Bagikan