ACEH TAMIANG (Waspada.id): Lebih dari empat minggu pascabanjir bandang di Aceh Tamiang, kondisi Kampung Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang masih belum pulih. Kampung Sukajadi termasuk yang dinyatakan hilang dan masih memerlukan uluran tangan untuk pulih lebih cepat.
Demikian hl tersebut disampaikan Datok Kampung Sukajadi, Zainal Abidin Syah usai menerima bantuan untuk kesekian kali dari Pertamina EP Rantau Field bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona-1.
“Kampung kami juga dinyatakan sebagai Kampung hilang di Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, bisa lihat sendiri bagaimana warga masih tinggal di tenda-tenda pengungsian,” ujarnya kepada media, Jumat (16/1).
Kampung Suka Jadi yang tidak jauh dari pusat kota ini terlihat porak-poranda. Sisa puing-puing bangunan masih berserakan. Kala itu, air setinggi lebih dari 10 meter menenggelamkan hampir seluruh rumah, sebelum akhirnya hilang tersapu derasnya air. Kini, hanya menyisakan hamparan tanah berlumpur.
Sejak awal musibah melanda Aceh Tamiang, Ia sudah merasakan perhatian dari Pertamina EP Rantau Field. Berbagai bantuan kemanusian bagi masyarakat disalurkan secara berkelanjutan.
Adapun bantuan yang diberikan mencakup bahan pokok dan makanan siap saji, perlengkapan logistik untuk menopang aktivitas masyarakat. Bantuan tersebut sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendampingi masyarakat selama proses pemulihan.
“Terima kasih banyak Pertamina EP Rantau yang sudah beberapa kali hadir membantu masyarakat. Seluruh bantuan yang kami terima sangat bermanfaat. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” katanya.
Sementara itu, Field Manager Pertamina EP Rantau Field, Tomi Wahyu Alimsyah dalam keterangan diterima Jumat (16/1) menyampaikan, Pertamina EP Rantau Field terus menerus berupaya menjangkau kampung-kampung yang terdampak banjir. Saat ini, bantuan sudah menjangkau puluhan kampung yang berada di ring satu wilayah kerja.
“Kami masih akan terus berjuang memulihkan aktivitas sehari-hari. Kami bergerak secara maksimal dan bekerja sepenuh hati agar bantuan sampai ke tangan masyarakat. Kendati begitu, kami menyadari punya keterbatasan dalam memenuhi harapan banyak pihak,” ungkapnya.(id76)










