BANDA ACEH (Waspada.id): Nauval Maulana Farisky Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh mengatakan, peran strategis mahasiswa atau insan akademik sebagai agen perubahan harus berpijak pada nilai idealisme dan kepentingan publik. Sebab, Idealisme dipandang sebagai fondasi berpikir dan bertindak bagi mahasiswa, terutama dalam merespons persoalan sosial, politik, dan kebijakan publik yang berkembang di tengah masyarakat.
Karenanya, gerakan mahasiswa secara historis lahir dari keresahan rakyat, menjadikan kepentingan umum sebagai orientasi utama perjuangan,” ungkap Nauval kepada Waspada.id, Sabtu (10/01/25).
Nauval mengungkapkan ini, merespon banyaknya mahasiswa yang mencari kepentingan personal atau kelompok atau mengatasnamakan suara rakyat dalam suatu situasi bencana yang melanda Aceh.
Kata Nauval, realitas kontemporer menunjukkan adanya pergeseran nilai. Sebagian gerakan mahasiswa dinilai mulai menjauh dari semangat idealisme dan lebih condong pada kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Kondisi ini berpotensi melemahkan legitimasi moral mahasiswa sebagai kelompok intelektual kritis, sekaligus mengaburkan fungsi kontrol sosial yang seharusnya dijalankan secara independen dan berintegritas.
Nauval Maulana Farisky (foto), menilai bahwa fenomena tersebut perlu dikritisi secara terbuka dan akademis. Menurutnya, pendidikan tinggi bukan hanya membentuk kemampuan analitis, tetapi juga karakter dan keberpihakan pada nilai keadilan sosial.
“Mahasiswa seharusnya bergerak dari keresahan masyarakat, bukan dari kepentingan pribadi atau golongan. Idealisme adalah kompas moral agar gerakan mahasiswa tetap berada di jalur yang benar,” ujar Nauval.
Sebagai solusi, mahasiswa perlu memperkuat tradisi kajian ilmiah sebelum bertindak, membangun kesadaran etika politik, serta menjaga independensi dari kepentingan pragmatis. Kampus juga diharapkan mendorong ruang diskusi kritis dan pendidikan karakter yang menanamkan nilai integritas, keberpihakan pada rakyat, dan tanggung jawab sosial.
Dengan demikian, idealisme tidak berhenti sebagai jargon, tetapi terwujud dalam praksis gerakan mahasiswa yang konsisten, kritis, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat luas, ungkap Mahasiswa Ilmu Politik USK.(id66)











