AcehEkonomi

Percepat Suplai Logistik Udara Untuk Tekan Lonjakan Harga Pangan Di Aceh

Percepat Suplai Logistik Udara Untuk Tekan Lonjakan Harga Pangan Di Aceh
Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, ST meninjau kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Al- Mahirah Banda Aceh bersama jajaran Disperindag, Sabtu (29/11/2025). Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah, ST, menyampaikan harapan besar kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera memperkuat suplai logistik melalui jalur udara guna menekan lonjakan harga kebutuhan pokok yang semakin melambung akibat terputusnya akses darat dampak banjir besar di Aceh.

Dalam kunjungannya ke Pasar Almahirah bersama Kepala Dinas Perindagkop Banda Aceh Ishak dan pejabat Disperindag lainnya, Irwansyah menerima banyak keluhan dari pedagang dan warga terkait kelangkaan barang serta kenaikan harga yang tidak terbendung, terutama telur dan cabai merah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

IKLAN

“Kami berharap Pak Presiden bisa mendengar langsung cerita rakyat Banda Aceh dan Aceh hari ini. Mohon suplai logistik sebanyak mungkin lewat jalur udara untuk meminimalisir lonjakan harga akibat pasokan darat yang terputus,” ujar Irwansyah.

Ia mengungkapkan, bahwa stok telur di pasaran sudah sangat kritis. Banyak pedagang menyebut stok di luar daerah juga kosong, dan yang tersisa hanya beberapa papan terakhir. Bahkan harga telur sudah menembus angka Rp100.000 per papan.

“Di lapangan kita dengar sendiri, telur sudah langka. Di beberapa tempat juga kosong. Bahkan tinggal satu-dua lemping pun tidak ada lagi,” jelasnya.

Selain telur, harga cabai merah juga meningkat ekstrem hingga mencapai Rp180.000–Rp200.000 per kilogram. Namun Irwansyah menyampaikan bahwa sore ini Banda Aceh akan mulai menerima pasokan cabai sekitar 1,5 ton dari Medan menggunakan transportasi udara.

“Alhamdulillah informasi dari Pemerintah Aceh, mulai sore nanti sudah hadir kargo pesawat yang membawa bahan pangan. Cabai sekitar 1,5 ton sudah diterbangkan dari Medan,” kata Irwansyah.

Ia menegaskan, bahwa karena biaya angkut udara tersebut telah disubsidi oleh pemerintah, pedagang diminta menjual barang dengan harga yang wajar dan tidak memanfaatkan situasi krisis untuk keuntungan pribadi.

“Barang yang dikirim ini disubsidi oleh negara. Harapan kami pedagang menjualnya sesuai harga yang pantas. Jangan dimainkan oleh pihak-pihak tertentu,” tegasnya.

Irwansyah juga meminta Satgas Pangan untuk mulai aktif melakukan inspeksi harga di pasar agar barang subsidi benar-benar sampai ke masyarakat dengan harga terjangkau.

“Tolong Satgas Pangan dihidupkan kembali, lakukan inspeksi. Harga barang yang disuplai lewat udara harus betul-betul bisa dijangkau warga,” ujarnya.

Dengan masuknya pasokan cabai dari jalur udara, Irwansyah berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil dalam satu hingga dua hari ke depan.

“Insya Allah dengan pasokan 1,5 ton cabai dari Medan memakai pesawat, harga bisa segera terkendali,” tutupnya.(id66)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE