KUTACANE (Waspada.id): Pertemuan Bupati Salim Fakhry dengan Mendagri Tito Karnavian, Sabtu (29/11/2015) malam di Banda Aceh untuk melaporkan dampak banjir dan banjir bandang melanda Kabupaten Aceh Tenggara yang merusak fasilitas umum, infrastruktur, perumahan, pertanian, perkebunan dan lain-lainnya hingga menimbulkan korban jiwa.
Pertemuan itu juga menepis isu negatif dari segelintir oknum yang menyebutkan Bupati dan Ketua DPRK tidak peduli terhadap musibah banjir di Kabupaten Aceh Tenggara.
Karena peduli, Bupati Aceh Tenggara bermohon agar Kemendagri segera menurunkan TIM evakuasi bencana, bantuan masa panik dan rehab rekon agar pelayanan pemerintah tetap berlangsung dan kebutuhan bahan pokok tidak langka serta harga yang melambung tinggi.
Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry, SE, MM saat dihubungi Waspada.id, Minggu (30/11) melalui sambungan WhatsApp, membenarkan bahwa dirinya bersama Ketua DPRK sudah bertemu dengan Mendagri, Tito Karnavian di Banda Aceh pada Sabtu (29/11) malam guna menyampaikan laporan situasi terkini Kabupaten Aceh Tenggara yang dilanda bencana hingga menelan korban jiwa.
“Alhmdulillah, musibah yang terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara ditanggapi beliau dengan serius, beliau berjanji dalam waktu dekat akan menurunkan tim evakuasi bencana dari pusat, bantuan masa panik dan rehab rekon agar pelayanan pemerintah tetap berlangsung dan kebutuhan bahan pokok tidak langka serta harga yang melambung tinggi,” sebutnya.
Bupati Salim Fakhry bersama Ketua DPRK Aceh Tenggara juga menyampaikan ucapan terima kasih atas respon positif Mendagri dan Gubernur Aceh terhadap bencana banjir dan banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara. (id80)












