Aceh

Perumda Tirta Mon Krueng Baro Pidie Kerja Sigap, Gangguan Air Kian Terjawab

Perumda Tirta Mon Krueng Baro Pidie Kerja Sigap, Gangguan Air Kian Terjawab
Direktur Perumda Tirta Mon Krueng Baro, Sri Wahyuzha, S.Pd. Waspada.id/Muhammad Riza
Kecil Besar
14px

SIGLI (Waspada.id): Gangguan distribusi air bersih akibat kebocoran pipa induk pada jalur Water Treatment Plant (WTP) Keumala, Sakti di Kabupaten Pidie berhasil ditangani dengan cepat oleh Perumda Air Minum Tirta Mon Krueng Baro. Perbaikan yang dilakukan secara intensif akhirnya rampung dalam waktu sekitar 24 jam pada Rabu malam (1/4/2026).

Gangguan tersebut sebelumnya sempat berdampak pada sejumlah wilayah pelayanan, khususnya di sepanjang jalur Keumala hingga Sakti. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Mon Krueng Baro, Sri Wahyuzha, S.Pd., Kamis (2/4/2026) menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat sejak kebocoran terdeteksi dengan mengerahkan tim teknis ke lapangan.

“Begitu gangguan terjadi, kami langsung melakukan penanganan darurat. Tim bekerja tanpa henti agar perbaikan bisa segera diselesaikan,” ujar Sri Wahyuzha.

Menurutnya, gangguan pada pipa induk merupakan persoalan teknis yang dapat terjadi, terutama pada jaringan utama dengan cakupan pelayanan luas. Namun, yang menjadi fokus utama adalah kecepatan respons dalam menangani gangguan tersebut.

“Yang terpenting adalah bagaimana responsnya. Kami memastikan penanganan dilakukan secara cepat dan terukur sehingga dampak bisa ditekan,” katanya.

Dengan selesainya perbaikan fisik, saat ini Perumda tengah melakukan tahap normalisasi distribusi air ke pelanggan. Proses ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan aliran air kembali stabil di seluruh wilayah.

Sri Wahyuzha menjelaskan bahwa terdapat sejumlah tahapan teknis yang harus dilalui dalam proses normalisasi, seperti pengisian kembali pipa, pembuangan udara yang terjebak di dalam jaringan, serta penyesuaian tekanan air sesuai kondisi wilayah.

“Air tidak langsung mengalir normal secara bersamaan. Semua butuh proses agar distribusi bisa stabil dan merata,” jelasnya.

Ia menambahkan, kecepatan aliran air ke pelanggan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jarak geografis dari sumber distribusi, perbedaan elevasi wilayah, serta tingkat penggunaan air saat awal pengaliran kembali.

Dalam masa pemulihan ini, masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan agar tekanan dalam jaringan tetap stabil.

“Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan air secukupnya terlebih dahulu. Ini penting agar proses normalisasi berjalan lebih cepat,” tambahnya.

Perumda Tirta Mon Krueng Baro juga membuka layanan pengaduan bagi pelanggan yang belum mendapatkan aliran air dalam waktu lebih dari 24 jam setelah normalisasi dimulai.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak manajemen turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat selama gangguan berlangsung.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan agar ke depan lebih andal dan responsif,” tutup Sri Wahyuzha. (id69)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE