SUASANA aula SMA Negeri 1 Langsa, Kamis (29/1/2026), mendadak berbeda dari biasanya.
Di hadapan ratusan siswa, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Langsa, Adi Tyogunawan, SH, MH, memetik gitar dan mengajak para pelajar bernyanyi bersama.
Tepuk tangan dan senyum para siswa mengiringi momen pembuka yang hangat, sebelum kegiatan berlanjut ke penyuluhan hukum bertajuk Jaksa Masuk Sekolah.
Kegiatan yang digelar Kejaksaan Negeri Langsa melalui Tim Intelijen tersebut merupakan bagian dari program pembinaan, penyuluhan, dan edukasi hukum kepada generasi muda.
Dengan pendekatan yang santai dan komunikatif, Kajari Langsa berupaya mendekatkan hukum kepada pelajar tanpa kesan menggurui.
Usai bernyanyi bersama, Adi Tyogunawan memperkenalkan diri sekaligus memaparkan peran dan fungsi kejaksaan dalam sistem penegakan hukum.
Ia kemudian memberikan motivasi kepada para siswa agar memiliki kesadaran hukum sejak dini serta mampu mempersiapkan diri menghadapi masa depan, khususnya bagi mereka yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dalam penyampaiannya, Kajari Langsa menekankan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh satu ujian semata, melainkan oleh sikap, konsistensi, dan kesiapan menjalani proses kehidupan.
“Rajin belajar, jaga pergaulan, dan bangun karakter sejak sekarang. Hukum selalu hadir dalam kehidupan kita, baik disadari maupun tidak,” ujarnya.
Selain membahas aspek hukum, para pelajar juga diajak mengenali potensi diri, menyusun strategi masa depan, serta menjaga kesehatan fisik dan mental sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Langsa, Kepala SMA Negeri 1 Langsa, serta perwakilan akademisi dari IAIN Langsa dan Universitas Samudra (UNSAM), sebagai bentuk sinergi antar-lembaga dalam membangun lingkungan pendidikan yang sadar hukum.
Melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Kejaksaan Negeri Langsa berharap para pelajar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas, dan pemahaman hukum yang memadai sebagai generasi penerus bangsa.
Ibnu Sa’dan











