Aceh

Pimpin Apel Perdana Awal Tahun, Afdhal Tekankan Empati, Disiplin, dan Kinerja ASN

Pimpin Apel Perdana Awal Tahun, Afdhal Tekankan Empati, Disiplin, dan Kinerja ASN
Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, menjadi irup pada apel gabungan perdana awal tahun 2026 di halaman balai kota Banda Aceh, Senin (12/1). (Waspada.id/Ist)
Kecil Besar
14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar apel gabungan perdana awal tahun 2026 di halaman Balai Kota Banda Aceh, Senin (12/1). Apel dipimpin langsung Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, dan diikuti seluruh jajaran perangkat daerah serta ASN di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Dalam amanatnya, wakil wali kota menegaskan bahwa apel gabungan di awal tahun merupakan momentum penting untuk menata niat, menyatukan semangat, serta memperkuat komitmen aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Apel di awal tahun ini bukan sekadar rutinitas, tetapi titik awal untuk menyatukan langkah, meneguhkan niat, dan memastikan seluruh ASN bekerja dengan semangat melayani,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD dan jajaran ASN atas berbagai capaian sepanjang tahun 2025. Salah satunya keberhasilan Kota Banda Aceh meraih peringkat pertama keterbukaan informasi publik se-Provinsi Aceh serta capaian indeks pelayanan publik kategori A- secara nasional.

“Capaian ini adalah hasil kerja kolektif. Bukan kerja satu atau dua orang, tetapi buah dari kolaborasi seluruh OPD dan jajaran ASN,” katanya.

Wawalko juga menyinggung kepedulian Pemko Banda Aceh dalam membantu daerah-daerah terdampak banjir di sejumlah wilayah Aceh. Menurutnya, kehadiran Pemko dalam situasi tersebut merupakan panggilan nurani dan wujud empati sebagai sesama warga Aceh.

“Ketika saudara-saudara kita di daerah lain tertimpa musibah, Banda Aceh tidak boleh tinggal diam. Kepedulian dan kebersamaan adalah nilai yang harus terus kita jaga,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, wakil wali kota turut mengingatkan momentum peringatan 21 tahun peristiwa Tsunami Aceh sebagai pengingat akan pentingnya empati, kepekaan sosial, dan kesungguhan dalam mengemban amanah pelayanan publik.

Selain itu, ia mengapresiasi kondusivitas Banda Aceh menjelang dan saat pergantian tahun, seiring seruan bersama Forkopimda agar tidak merayakan tahun baru dengan hura-hura. Hal tersebut dinilai mencerminkan kuatnya nilai-nilai keistimewaan Aceh, dengan ASN sebagai teladan di tengah masyarakat.

“ASN adalah contoh bagi masyarakat. Disiplin bukan hanya soal kehadiran, tetapi juga etika, tanggung jawab, dan kesungguhan dalam bekerja,” ujarnya.

Ia juga menyinggung penghargaan Anugerah Srikandi Indonesia 2025 yang diterima Wali Kota Banda Aceh sebagai pengingat bahwa tanggung jawab seluruh jajaran pemerintah semakin besar untuk menghadirkan kinerja yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Menjelang awal tahun 2026, Wakil Wali Kota meminta seluruh OPD menjaga ritme kerja sejak awal, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta lebih kreatif dan optimal dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah di tengah keterbatasan keuangan daerah.

“ASN adalah wajah pemerintah. Apa yang dirasakan masyarakat dari pelayanan kita hari ini, itulah penilaian mereka terhadap pemerintah secara keseluruhan,” tutupnya seraya berharap tahun 2026 menjadi tahun kerja yang lebih tertib, berintegritas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Banda Aceh. (id65)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE