Aceh

Pimpinan Dayah QAHA, Waled Jamal: Bukan Cuma Rajin Ibadah, Muslim Sejati Jaga Harmoni Sosial

Pimpinan Dayah QAHA, Waled Jamal: Bukan Cuma Rajin Ibadah, Muslim Sejati Jaga Harmoni Sosial
Pimpinan Dayah QAHA Ukhwatul Quran Kota Lhokseumawe.Waspada.id/Maimun Asnawi
Kecil Besar
14px

“Umat Islam yang baik bukan yang hanya melaksanakan shalat dan berpuasa. Umat Islam terbaik adalah yang selalu menjaga hubungan sosial dengan baik; saling peduli, saling berbagi, tidak menyakiti dan saling mengingatkan satu sama lainnya. Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat interaksi sosial. Dan ini yang selalu dicontohkan oleh Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.”

HAL itu disampaikan Pimpinan Dayah Qari Haridz (QAHA) Ukhwatul Quran Kota Lhokseumawe, Waled Jamaluddin bin Abdul Kadir, ketika Waspada.id mewawancarainya tentang kategori umat Islam terbaik, Kamis (26/2) sore.

Kata Waled Jamal, salah satu golongan yang tidak diampuni dosanya oleh Allah SWT di bulan suci Ramadhan adalah orang yang memutuskan silahturahmi. Dan ini selaras dengan hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yaitu tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silahturahmi.

“Ini menjadi referensi kuat, betapa pentingnya ibadah sosial dalam Islam. Dan, Ramadhan ini harus kita jadikan momentum bagaimana mendekatkan diri kita masing-masing kepada Allah SWT dan membangun hubungan baik antara satu dengan lainnya, karena ini menjadi bagian penting untuk kesempurnaan ibadah kita kepada Allah SWT,” kata Waled Jamal pada saat menjawab pertanyaan Waspada.id.

Kata Waled Jamal, Ramadhan merupakan bulang agung yang dinantikan dan dirindukan oleh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Ada banyak referensi hadis dan kalam para ulama tentang kelebihan yang terkandung dalam bulan Ramadhan. Ini menjadi indikator utama tentang mengapa umat Islam sangat bergembira dalam menyambut bulan puasa.

Selain melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh, di bulan Ramadhan, umat islam juga di perintahkan oleh Allah SWT untuk memperbanyak amal shaleh lainnya, seperti melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah, tadarus Al-Quran, bersedekah dan juga memperbanyak zikir kepada Allah SWT.

Lebih jauh, Waled jamal juga menyebutkan, Ramadhan harus menjadi momentum memperkuat ukhwah dengan sesama, dan Ramadhan ini harus menjadi titik balik mempererat silaturrahmi umat Islam dalam berinteraksi satu sama lain agar hubungan sosial kehidupan masyarakat terjalin dengan baik.

Kemudian, lanjut Waled, perintah melaksanakan shalat tarawih merupakan salah satu ibadah yang tidak ada dibulan lain. Karena itu, semangat masyarakat dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan cukup tinggi, termasuk membeli pakain baru, mukena dan sajadah baru. Hal itu semata-mata dilakukan demi untuk mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah SWT

“Shalat tarawih ini bisa menjadi salah satu faktor terjalinnya silaturahmi sesama bagi masyarakat itu sendiri, dan seharusnya dapat meningkatnya aktivitas ibadah kita kepada Allah. Ramadhan juga harus diisi secara berimbang dengan peningkatan ibadah sosial kita di tengah masyarakat. Muslim sejati bukan cuma rajin ibadah, muslim sejati jaga harmoni sosial,” kata Waled Jamaluddin, seraya menyebutkan, semoga senantiasa di bulan Ramadhan ini kita di tetapkan oleh Allah sebagai hamba yang Bertakwa.

Maimun Asnawi, S.HI., M.Kom.I

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE