Pj Bupati Pidie Terima Kunjungan Delegasi UNHCR Dan IOM

Bahas Nasib Pengungsi Rohingya

- Aceh
  • Bagikan
Pj Bupati Pidie Ir.Wahyudi Adisiswanto, M.Si menerima kunjungan dilegasi United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan lembaga penanganan pengungsi International Organisation Migration (IOM) di Pendopo bupati setempat, Kamis (5/1) siang.Waspada/Muhammad Riza
Pj Bupati Pidie Ir.Wahyudi Adisiswanto, M.Si menerima kunjungan dilegasi United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan lembaga penanganan pengungsi International Organisation Migration (IOM) di Pendopo bupati setempat, Kamis (5/1) siang.Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto, M.Si, disela-sela kesibukannya menerima kunjungan rombongan delegasi badan dunia urusan pengungsi dari PBB, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan lembaga penanganan pengungsi International Organisation Migration (IOM) di Pendopo Bupati, Kamis (5/1) siang.

Rombongan tersebut dipimpin Representative (kepala Perwakilan) UNHCR Indonesia Ann Maymann dan Programme Coordinator UN Migration IOM Stefano Bresaola. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang kerja Pj Bupati Pidie sekira satu jam lebih.

Dalam pertemuan itu, mereka membahas tentang kelanjutan penanganan pengungsi muslim etnis Rohingnya, Myanmar yang saat ini sudah ditampung di lokasi bekas gedung Panti Asuhan Minaraya, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie.

Dalam kesempatan itu kedua deligasi badan dunia urusan pengungsi dari PBB, itu menyatakan siap membantu dan mendukung pemerintah Indonesia dalam menangani 174 pengungsi muslim Rohingya, Myanmar yang selamat mendarat di pantai Gampong (desa) Ujong Pie, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, pada 26 Desemeber 2022.

Sementara, Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto menyampaikan kedatangan 174 pengungsi Rohingya, Myanmar di Pidie, 26 Desember 2022, itu sangat mengejutkan. Pun begitu masyarakat Pidie, Provinsi Aceh, Indonesia menyambut kedatangan warga etnis Rohingya tersebut dengan baik.

Artinya, sebut Ir Wahyudi Adisiswanto, warga Kabupaten Pidie sudah melaksanakan Sila ke 2, dari Pancasila dengan sangat baik, yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

“ Begitu 174 orang pengungsi muslim Rohingya turun dari kapal mereka dan menginjakkan kaki mereka di pasir Gampong Ujong Pie dengan badan mereka yang lemas. Warga Pidie membantu mereka dengan menggendong anak-anak mereka dibawa turun ke darat, diberikan baju, diberikan makan, minuman dan tempat mereka berteduh. Mereka diperlakukan dengan sangat baik,” kata Ir Wahyudi Adisiswanto.

Begitupun Wahyudi Adisiswanto menyarankan dalam penanganan pengungsi Rohingya di Pidie, UN – IOM dan UNHCR dapat melibatkan pemuda dan warga sekitar, dengan membentuk Satgas lokal. Keberadaan Satgas, ini dilainya sangat baik karena selain dapat menjaga dan mengawasi para pengungsi, Satgas ini juga bisa melakukan semacam sosialisasi hukum, adat dan budaya Indonesia, khususnya Aceh kepada warga Rohingya.

Representative UNHCR Indonesia Ann Maymann, menyampaikan apresisasi dan terima kasih kepada Pj Bupati Pidie Ir Wahyudi Adisiswanto, karena dengan kepemimpinan beliau bersama warga lokal Pidie semua, Pemkab Pidie sudah merespon positif dengan baik kedatangan 174 pengungsi Rohingya. Terdiri dari anak-anak, perempuan, dan laki-laki.

Dalam pertemuan dengan Pj Bupati Pidie, Ann Maymann mengatakan membicarakan kerjasama UNHCR dengan pemerintah, apa saja yang selama ini sudah dilakukan dan apa saja yang perlu ditingkatkan. Kemudian pihaknya juga bersam Pemkab Pidie membahas strategi -strategi untuk meningkatkan kerja sama dengan pemerintah lokal, Kabupaten Pidi. “ Harapan kami adalah menjaga semangat kemanusiaan yang positif ini yang ada di Pidie ke depannya,” katanya.

UNHCR di Kabupaten Pidie terus membangun kerja sama yang dekat dengan pemerintah lokal, begitupun dengan lembaga, baik lembaga internasional maupun, nasional maupun lembaga lokal. Yang kami lakukan di sini adalah, UNHCR memastikan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi termasuk, makanan, air minum, air bersih, tempat tinggal yang layak dan sebagainya. Kedepan kata Ann Maymann, UNHCR fukus pada program-program pendidikan karena banyaknya anak-anak Rohingya di Pidie yang tinggal di Camp.

Program -program itu akan berkoloborasi dengan Pemkab Pidie dan juga dengan masyarakat. Terkait sampai berapa lama pengungsi Rohingya akan berada di Pidie, Ann Maymann menyampaikan misi UNHCR hadir di sini untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mendukung misi kemanusiaan ini, otoritas mengenai penunjukkan tempat dan sebagianya dikembalikan kepada pemerintah dan UNHCR menghormati itu. (b06)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *