PK Bapas Banda Aceh Upaya Diversi Kasus Penganiayaan Anak

- Aceh
  • Bagikan
PK Bapas Banda Aceh Upaya Diversi Kasus Penganiayaan Anak
Lima Pembimbing Kemasyarakatan dari Bapas Banda Aceh menghadiri undangan diversi untuk penanganan perkara penganiayaan 5 orang anak pelaku yang mengakibatkan satu orang korban anak luka berat di Polres Aceh Tengah, Kamis (30/11). Waspada/Ist

TAKENGON (Waspada): Lima Pembimbing Kemasyarakatan dari Bapas Banda Aceh menyambangi Polres Aceh Tengah, Kamis (30/11).

Bapas Banda Aceh selaku wakil fasilitator menghadiri undangan diversi untuk penanganan perkara penganiayaan 5 orang anak pelaku yang mengakibatkan satu orang korban anak luka berat.

Kepala Bapas Kelas II Banda Aceh Efendi kepada Waspada, Jumat (1/12) menjelaskan, pihaknya menghadiri undangan diversi untuk penanganan perkara penganiayaan 5 orang anak pelaku yang mengakibatkan satu orang korban anak luka berat.

“Lima orang Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Banda Aceh selaku wakil fasilitator menyambangi Polres Aceh Tengah, Kamis 30 November 2023, bertempat di ruang PPA Polres Aceh Tengah, tepat pukul 13.00 WIB pengupayaan diversi pun digelar, dengan dihadiri oleh pihak anak pelaku, tokoh masyarakat, pembimbing kemasyarakatan dan pihak korban yang dalam hal ini diwakili oleh penyidik,” jelas Efendi.

Mengawali kegiatan tersebut, para PK memberikan penjelasan mengenai tata tertib pelaksanaan diversi dan hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan upaya diversi. Yaitu sesuai tercantum dalam UU Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Diversi merupakan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

PK juga menjelaskan bahwa upaya diversi wajib dilaksanakan bagi tindak pidana yang dilakukan oleh anak jika ancaman pidana dibawah tujuh tahun dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana sesuai dengan amanat UU Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

Dalam pelaksanaan upaya diversi, pihak pelaku dan pihak korban tidak mencapai kesepakatan damai karena pihak korban menghendaki agar perkara tersebut harus tetap diproses ke tahap selanjutnya sehingga diversi ditingkat penyidik gagal dilakukan.(b08)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *