LANGSA (Waspada.id): Dosen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang tergabung dalam Asosiasi Dosen PPPK Indonesia (ADAPI) Komisariat IAIN Langsa melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di sekolah Darurat MIN Kampung Durian Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (12/2).
Ketua Umum ADAPI Komisariat IAIN Langsa, Dr. Muhammad Dayyan, M.Ec menyampaikan, kegiatan tersebut mendapatkan dukungan dari ADAPI Pusat yang juga ikut bersama beberapa dosen IAIN Langsa lainnya serta sebanyak delapan mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Langsa.

Giat bertajuk ‘Bencana Bukan Penghalang Masa Depan: Peduli Pendidikan, Membangun Aceh yang Lebih Baik,’ diikut sejumlah tim dosen IAIN Langsa terdiri dari, Dr. Muhammad Dayyan, M.Ec., Anwar, M.Kom.I., Mutia Sumarni, M.M., Zulfa Eliza, M.Si., Nina Rahayu, M.Pd., Wahidah, M.Ed serta Rita Sari, M.Pd.
Sambungnya, dalam kegiatan tersebut tim dosen IAIN Langsa juga menyalurkan sebanyak 50 paket bantuan sembako berupa, kurma, kacang hijau, gula, susu, serta perlengkapan dapur untuk persiapan bulan suci Ramadan 1447 H, ujarnya.

Dr. Muhammad Dayyan menjelaskan, kegiatan ini difokuskan pada dukungan psikososial bagi anak-anak penyintas banjir melalui aktivitas pembelajaran di tenda sekolah darurat.
Pendampingan dilakukan dengan pendekatan edukatif-partisipatif, meliputi kegiatan bercerita, bermain sambil belajar, serta interaksi dialogis untuk memulihkan semangat dan motivasi belajar siswa.

Adapun, model ini dirancang sebagai bentuk intervensi psikososial ringan guna membantu anak-anak kembali merasakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan, meskipun dalam kondisi keterbatasan sarana akibat bencana, paparnya.
Ketua Umum ADAPI Komisariat IAIN Langsa juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab moral dan akademik dosen PPPK dalam mendukung masyarakat terdampak yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan.
Selain itu, kegiatan tersebut untuk memperkuat komitmen sivitas akademika dalam membangun ketahanan sosial dan pendidikan pascabencana, imbuh Dr. Muhammad Dayyan. (Id75)











