TAMIANG (Waspada.id): Dalam rangka membantu masyarakat pascabencana banjir, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan bertajuk upaya menciptakan ketahanan imun pascabanjir melalui distribusi suplemen dan edukasi pencegahan penyakit di Desa Pahlawan Kecamatan Manyak Payed Aceh Tamiang.
Program PKM diketuai Kartika Aprilia Putri, S.Pd., M.Si., tim dosen Universitas Samudra bekerja sama dengan mitra PKM, Rusli, S.Kom, selaku Geuchik Desa Pahlawan.
Kartika Aprilia Putri, S.Pd., M.Si kepada wartawan, Minggu (01/03/2026) mengatakan, kegiatan ini bersumber dari dana DIPA Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Samudra bertujuan untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) masyarakat pascabanjir sekaligus memberikan edukasi terkait pencegahan penyakit yang berpotensi muncul akibat kondisi lingkungan yang kurang higienis.

Menurutnya, banjir yang melanda wilayah tersebut tidak hanya berdampak pada kerusakan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan demam berdarah.
Kartika Aprilia Putri, S.Pd., M.Si menyampaikan bahwa kondisi pascabanjir sering kali menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh masyarakat akibat kelelahan, kurangnya asupan gizi seimbang, serta paparan lingkungan yang tercemar.
“Melalui distribusi suplemen dan edukasi kesehatan, kami berharap masyarakat dapat menjaga imunitas tubuh serta memahami langkah-langkah pencegahan penyakit secara mandiri,” ujarnya.
Kegiatan ini meliputi pembagian suplemen kesehatan berupa vitamin dan mineral yang berperan dalam meningkatkan sistem imun tubuh. Distribusi dilakukan secara langsung kepada warga yang terdampak banjir dengan pendataan yang terkoordinasi bersama aparatur desa agar tepat sasaran.
Selain itu, tim PKM juga memberikan penyuluhan mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Materi edukasi mencakup penggunaan air bersih yang telah dimasak, menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, pengelolaan sampah pascabanjir, penggunaan alas kaki saat beraktivitas di area berlumpur, serta mengenali gejala awal penyakit untuk segera mendapatkan penanganan medis.
“Tim PKM berharap sinergi antara akademisi dan pemerintah desa dapat terus terjalin guna memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah yang rawan bencana seperti Kabupaten Aceh Tamiang,” tutupnya.
Geuchik Desa Pahlawan, Rusli, S.Kom menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi tim PKM Universitas Samudra terhadap masyarakat desa.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran dan ketahanan kesehatan warga.
Dengan dukungan pendanaan dari LPPM Universitas Samudra, lanjutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya nyata perguruan tinggi dalam menjalankan Tridharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat.(Id74)












