Aceh

PKM Unsam Implementasikan Smart Filtrasi Backwash System untuk Air Bersih Balai Pengajian Pascabanjir

PKM Unsam Implementasikan Smart Filtrasi Backwash System untuk Air Bersih Balai Pengajian Pascabanjir
Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana Dosen Universitas Samudra Tahun 2026 dengan melakukan Penerapan Teknologi Smart Filtrasi Backwash System pada Balai Pengajian Desa yang Terdampak Bencana Banjir Hidrometeorologi dalam Upaya Penyediaan Air Bersih di Desa Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Upaya percepatan pemulihan pascabencana banjir hidrometeorologi Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana Dosen Universitas Samudra Tahun 2026 dengan melakukan Penerapan Teknologi Smart Filtrasi Backwash System pada Balai Pengajian Desa yang Terdampak Bencana Banjir Hidrometeorologi dalam Upaya Penyediaan Air Bersih di Desa Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

Tim pengabdian dipimpin Nurul Fadhillah, S.ST., M.T dengan anggota mahasiswa Syahru Ramadhana, Muhammad Rizal Syahrul Ramadhan, dan Ammra Musharra Akbharieq yang dilaksanakan di Mitra TPA (Balai Pengajian) yang diketuai Mahzar, di Dusun Keude Meuku, Desa Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed.

Nurul Fadhillah kepada wartawan, Rabu (18/02/2026) menyampaikan dampak banjir tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga menurunkan kualitas air yang digunakan untuk kebutuhan harian, termasuk di balai pengajian. Kondisi air yang tercemar lumpur dan material organik berisiko mengganggu kesehatan serta aktivitas pendidikan keagamaan.

Lanjutnya, sebagai solusi berbasis teknologi tepat guna, tim memasang perangkat Smart Filtrasi Backwash System, yakni sistem penyaringan air yang dilengkapi mekanisme pembersihan otomatis pada media filter.

“Teknologi ini mampu menyaring partikel kotoran secara bertahap dan menjaga kinerja filter tetap optimal melalui proses backwash, sehingga air yang dihasilkan lebih jernih dan layak digunakan,” urainya.

Selain instalasi alat, sambungnya, tim juga mengadakan pelatihan operasional kepada pengurus TPA dan masyarakat sekitar. Materi yang diberikan mencakup cara pengoperasian sistem, prosedur perawatan rutin, serta pengawasan kualitas air. Pendampingan dilakukan agar teknologi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan tidak bergantung sepenuhnya pada tim pengabdian.

Menurut Nurul Fadhillah, penerapan sistem filtrasi ini menjadi bagian dari strategi peningkatan ketahanan lingkungan berbasis edukasi dan teknologi. Balai pengajian sebagai pusat pembinaan generasi muda perlu didukung dengan fasilitas air bersih yang memadai agar proses pembelajaran tetap berlangsung dalam kondisi yang sehat dan aman.

Ketua TPA, Mahzar selaku menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Samudra melalui PKM Tanggap Darurat Bencana Tahun 2026.

Ia menilai bantuan teknologi filtrasi tersebut sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan air bersih setelah wilayah tersebut terdampak banjir.

“Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang aplikatif untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana secara berkelanjutan,” tuturnya. (Id74)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE