ACEH TAMIANG (Waspada.id): Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana Dosen Universitas Samudra Tahun 2026 kembali diwujudkan melalui kegiatan bertajuk ‘PKM Penerapan Teknologi Smart Water Reservoirs System untuk balai pengajian desa yang terdampak bencana banjir sebagai solusi pemenuhan sumber air bagi masyarakat di Desa Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.
Kegiatan ini dipimpin Liza Fitria, S.ST., M.T bersama anggota mahasiswa Andi Saputra, Mustaqim, dan Muhammad Hafiz Akbar yang menyasar Mitra TPA (Balai Pengajian) yang diketuai Mahzar di Dusun Keude Meuku, Desa Ie Bintah, Kecamatan Manyak Payed.
Liza Fitria kepada wartawan, Selasa (17/02/2026) menjelaskan banjir yang melanda kawasan tersebut menyebabkan terganggunya akses air bersih, termasuk pada balai pengajian yang menjadi pusat pendidikan keagamaan anak-anak dan aktivitas sosial masyarakat. Keterbatasan sumber air pascabencana berpotensi menghambat kegiatan belajar mengajar serta kebutuhan sanitasi lingkungan.

Sebagai langkah responsif, lanjutnya, tim pengabdian menghadirkan dan memasang teknologi Smart Water Reservoirs System, yaitu sistem penampungan air berbasis kendali cerdas yang dirancang untuk mengoptimalkan pengelolaan dan distribusi cadangan air.
“Sistem ini memungkinkan penyimpanan air dalam kapasitas terukur serta memudahkan pemantauan volume dan penggunaan secara efisien,” jelasnya.
Selain pemasangan perangkat, tim juga memberikan pengarahan teknis kepada pengelola balai pengajian terkait prosedur operasional dan perawatan sistem. Pendekatan partisipatif dilakukan agar mitra mampu mengelola fasilitas tersebut secara mandiri dan berkelanjutan, terutama dalam menghadapi potensi bencana serupa di masa mendatang.
Menurut Liza Fitria, penerapan teknologi ini tidak hanya berfungsi sebagai solusi jangka pendek dalam masa pemulihan, tetapi juga sebagai upaya strategis membangun ketahanan infrastruktur sosial desa. Ketersediaan air yang memadai di balai pengajian diharapkan dapat mendukung kenyamanan proses pendidikan serta menjaga standar kebersihan lingkungan.
Ketua TPA, Mahzar menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kontribusi Universitas Samudra melalui program PKM Tanggap Darurat Bencana Tahun 2026.
Ia menilai bantuan teknologi tersebut sangat membantu masyarakat Dusun Keude Meuku dalam memenuhi kebutuhan air bersih pascabanjir.
Melalui kegiatan ini, Universitas Samudra kembali menegaskan peran aktif perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana melalui inovasi teknologi tepat guna yang aplikatif dan berorientasi pada keberlanjutan.(Id74)











