SIGLI (Waspada.id): Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dinilai menjadi langkah strategis dalam memulihkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Pidie.
Pascabanjir yang melanda 216 dari 730 gampong di daerah ini, PKTD hadir untuk mempercepat pembersihan lingkungan, pemulihan infrastruktur desa, sekaligus memberikan penghasilan harian bagi warga.
Sistem Hari Orang Kerja (HOK) yang diterapkan dalam PKTD memungkinkan warga yang bekerja menerima upah harian. Program ini tidak hanya membantu mempercepat proses pembersihan jalan, fasilitas umum, dan lahan pertanian, tetapi juga memutar uang di tingkat masyarakat. Hal ini sangat penting bagi warga yang kehilangan penghasilan akibat banjir, termasuk petani sawah, pekebun, nelayan, dan petani tambak.
Keuchik (kepala desa-red) memegang peran sentral dalam implementasi PKTD, memastikan kegiatan berjalan efektif dan melibatkan sebanyak mungkin warga. Dengan metode bergiliran, banyak warga dapat berpartisipasi, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial.
Program PKTD juga membuka peluang bagi gampong menerima bantuan dari donatur dan pihak swadaya masyarakat. Warga, seperti Hasan, seorang petani sawah di Kecamatan Peukan Baro, menyambut baik program ini. “Dengan PKTD, saya bisa membersihkan jalan dan fasilitas desa sambil tetap mendapatkan penghasilan untuk keluarga,” ujarnya.
Dari perspektif pembangunan, PKTD bukan sekadar kegiatan pembersihan, melainkan bagian dari pemulihan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan desa.
Program ini menunjukkan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal, pemberdayaan warga, dan kolaborasi dengan pihak swadaya untuk mempercepat pemulihan pascabanjir serta mendorong kemandirian ekonomi desa. (id69)











