Plt Sekda Agara: Kemungkinan Status Tanggap Darurat Diperpanjang

- Aceh
  • Bagikan
Plt Sekda Agara: Kemungkinan Status Tanggap Darurat Diperpanjang
Plt Sekda Yusrizal saat memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan pasca banjir bandang di kantor BPBD Aceh Tenggara, Senin (27/11). Waspada/Ist

KUTACANE (Waspada): Plt Sekda Aceh Tenggara memimpin rapat koordinasi percepatan penanganan pasca banjir dan banjir bandang di kantor BPBD Aceh Tenggara, Senin (27/11).

Dalam rapat tersebut turut dihadiri OPD terkait, Asisten 3 Jamanuddin, Kalaksa BPBD Nazmi Desky, Kadis PUPR, Sadli ST, Plt.Kadis Kesehatan dr. Heri Al Hilal, Kadis Pertanian Riskan, Kadis Perkim Mohd. Asbi, Kadis Sosial Bahagiawati, Kadis Perikanan Firman Desky, Kabag Hukum Setdakab Hasbullahsyah dan Kadis Kominfo Zul Fahmy.

Plt Sekda, Yusrizal ST mengatakan kemungkinan akan memperpanjang status tanggap darurat, berdasarkan kondisi pasca banjir di lapangan, karena pada hari ini masa tanggap darurat pertama akan berakhir.

Yusrizal mengatakan kepada seluruh OPD terkait, agar lebih fokus kepada upaya- upaya penanganan lanjutan terhadap dampak banjir, ketersediaan makanan dan pendistribusian dari dapur umum, pemutakhiran data dari semua sektor terdampak banjir yang terjadi serta pengusulan bantuan kepada Kementerian dan Lembaga untuk membantu dampak banjir yang terjadi.

Sementara Kalaksa BPBD Nazmi Desky menjelaskan, alat berat pihaknya ada 10 unit, yaitu bekerja di Sungai Lawe Likat Desa Rikit Bur I Kec. Bukit Tusam, Sungai Lawe Kinga Kec. Lawe Sumur, Sungai Lawe Rikit Bur II Kec. Bukit Tusam, Sungai Lawe Dua Kec. Bukit Tusam.

Selanjutnya Jembatan Lawe Tua Kec. Lawe Sigala-Gala, Jalan Nasional Kuning II dan sekitarnya Kec. Bambel, Jalan Nasional Lawe Tua Kec. Lawe Sigala, Jalan Nasional Desa Kampung Baru Kec. Semadam, Jalan Nasional Rikit Bur, Jalan Nasional Desa Empat Lima. “Saat ini sedang bekerja di Kute (desa) Lesung karena tanggul yang jebol, alat berat yang besar sudah aktif lagi dan sudah bekerja di sungai Lawe Likat Desa Rikit Bur,” sebutnya.

“Termasuk eskavator Loeder DLHK sudah bekerja di Desa Lawe Tua, dan eskavator swasta ada 2 unit, pertama di Rikit Bur dan di Lawe Dua. Sementara dari pihak BPJN saat ini mereka sudah mengurangi alat berat karena memang dampak yang di Kecamatan Semadam sudah ditangani dan jalan Nasional sudah bisa dilewati,” ujar Kalaksa BPBD.(cseh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *