LHOKSEUMAWE (Waspada.id): Mengingat telah berakhirnya masa status tanggap darurat dan memasuki masa transisi pemulihan rekonstruksi dan rehabilitasi, Kamis (8/1), Sekdako Lhokseumawe A. Haris menyalurkan bantuan sebanyak 521 paket peralatan pembersih lumpur di halaman Kantor Wali Kota setempat.
Paket bantuan peralatan pembersihan itu berupa keeta sorong, cangkul, scrup, linggis, sapu, alat pel, ember, pipa, corok angkut sampah.
Dalam penyaluran bantuan itu, Sekdako A. Haris melakukan serah terima bantuan paket alat pembersihan secara simbolis kepada para kepala sekolah tingkat SD, SMP dan SMA sederajatnya.
Haris mengatakan berbagai jenis peralatan pembersihan itu merupakan bantuan dari BNPB pusat sebanyak 1000 paket.
Kini sebanyak 521 paket telah disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir, masjid, dayah, puskesmas, sekolah, relawan dan stok holder lainnya.
Peralatan tersebut dapat digunakan untuk membersihkan lumpur dengan cara bergotong royong.

Sedangkan sisanya sebanyak 479 paket lagi juga akan segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bagi masyarakat yang membutuhkannya dapat mengambil di posko tanggap darurat di Kantor Wali Kota Lhokseumawe dengan cara membawa surat rekomendasi dari geuchik desa masing-masing.
“Karena saat ini sudah memasuki masa pemulihan rekonstruksi dan rehabilitasi, maka semua paket bantuan peralatan dari BNPB kita bagikan seluruhnya kepada yang membutuhkannya agar mudah melakukan pembersihan lumpur,” ujarnya.
Haris menjelaskan untuk stok bantuan sembako telah berhenti disalurkan karena telah berakhir status masa tanggap darurat.
Namun bila masih ada masyarakat yang tidak mampu dan tidak memiliki makanan, pemerintah siap membantu penyaluran sembako.
Syaratnya warga datang ke Kantor Wali Kota Lhokseumawe dengan membawa surat permohonan dan keterangan geuchik.
Haris berharap bantuan peralatan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya untuk membersihkan lingkungan yang terdampak banjir. (id72)











