ACEH BESAR (Waspada.id): Kelompok Tani (Poktan) Meutuah Tuboeh Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, menggelar prosesi Kenduri Blang sebagai wujud rasa syukur sekaligus doa agar musim tanam padi tahun ini menghasilkan panen melimpah dan terbebas dari serangan hama, pada Kamis (15/1).
Prosesi yang sarat nilai religi dan budaya tersebut berlangsung khidmat di Komplek Makam Meurah I, Gampong Leu Ue. Lantunan zikir dan doa menggema di tengah hamparan persawahan warga, mencerminkan harapan besar para petani terhadap keberkahan hasil pertanian mereka.
Kenduri Blang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat agraris Aceh yang memadukan unsur budaya dan keagamaan. Tradisi ini lazim dilaksanakan pada awal musim tanam maupun saat panen sebagai bentuk ikhtiar batin para petani.
Ketua Poktan Meutuah Tuboeh, Mukhsin, mengatakan bahwa Kenduri Blang telah menjadi agenda rutin tahunan bagi para petani Gampong Leu Ue. Selain sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan musyawarah antar petani.
“Kenduri Blang bukan hanya doa, tetapi juga ruang kebersamaan. Setelah zikir dan doa, kami bermusyawarah membahas persoalan pertanian, lalu ditutup dengan makan bersama sebagai simbol persatuan,” ujar Mukhsin yang juga menjabat sebagai Keujreun Blang setempat.
Zikir, tahlil, dan doa dipimpin oleh Ketua Tuha Peut Gampong Leu Ue, Tgk. H. Muhibbudin Usman Daroy, SP. Ia menjelaskan, pemilihan lokasi di Komplek Makam Meurah I memiliki makna historis dan strategis karena berada di tengah kawasan persawahan warga.
“Komplek Makam Meurah I merupakan cagar budaya yang diperkirakan berusia lebih dari 10 abad. Di sinilah para tokoh dan pendiri Gampong Leu Ue dimakamkan. Kenduri Blang di tempat ini sekaligus menjadi momen mendoakan para pendahulu kita,” jelasnya.
Ia menambahkan, suksesnya pelaksanaan Kenduri Blang tidak terlepas dari partisipasi aktif seluruh petani yang tergabung dalam Poktan Meutuah Tuboeh, serta dukungan penuh dari pemerintah gampong.
Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri, VE, ST, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi kekhidmatan prosesi dan semangat kebersamaan warga.
“Prosesi berlangsung sangat sakral dan penuh kekhusyukan. Ini menunjukkan rasa syukur masyarakat atas nikmat Allah SWT. Kita berharap doa-doa ini membawa keberkahan, panen melimpah, dan turut mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkas Yusri. (id65)










