Polisi Berikan Sanksi Tarawih Dan Tadarus Pada Remaja Nakal

- Aceh
  • Bagikan
Remaja komunitas Kampung Tengah sedang melaksanakan shalat tarawih berjamaah di meunasah/masjid yang ada di wilayah hukum Polsek Darussalam. (Waspada/Ist)
Remaja komunitas Kampung Tengah sedang melaksanakan shalat tarawih berjamaah di meunasah/masjid yang ada di wilayah hukum Polsek Darussalam. (Waspada/Ist)

BANDA ACEH (Waspada): Pelaksanaan ibadah puasa yang seharusnya dipenuhi dengan kebaikan dan hal-hal positif, justru dinodai dengan berbagai aktivitas negatif oleh segelintir remaja di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

Bulan suci yang bisa dimanfaatkan untuk mencari amal ibadah, justru mereka isi dengan kegiatan seperti balap liar dan kenakalan lainnya. Dalam satu malam, personel Polsek Darussalam dan Polsek Syiah Kuala Polresta Banda Aceh menemukan kegiatan yang bisa mengancam keselamatan para remaja tersebut, seperti balap liar, perang sarung bahkan perkelahian.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli mengatakan, mengatasi masalah yang terjadi ditingkat kalangan remaja memang sulit, namun perlahan-lahan kita selesaikan bersama-sama.

“Kenakalan remaja sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu adanya faktor internal dan faktor eksternal. Kenakalan remaja dapat merugikan dirinya sendiri, seperti melakukan kebut-kebutan di jalan raya, akibatnya adalah kecelakaan berkendaraan, menggunakan obat terlarang dapat merusak moral, mental, dan kesehatan, malas belajar, dan hukuman penjara. Kerugian-kerugian akibat perbuatan negatif remaja, yakni merugikan keluarga,” sebut Kapolresta.

Polisi Berikan Sanksi Tarawih Dan Tadarus Pada Remaja Nakal
Remaja komunitas Kampung Tengah sedang melaksanakan kegiatan tadarus usai shalat tarawih bersama. Kegiatan ini akan terus berlanjut selama bulan suci ramadan. (Waspada/Ist)

Seperti yang terjadi di wilayah Polsek Darussalam dan Polsek Syiah Kuala, kata Kapolresta, telah dilakukan pembinaan berupa shalat tarawih dan tadarus bersama tehadap beberapa remaja nakal yang melakukan kesalahan perampasan dan penganiayaan serta perang sarung di jalan raya.

KBP Fahmi menuturkan, kegiatan yang dilaksanakan di mushalla Polsek Darussalam tersebut sebagai tindak lanjut dari pembinaan para remaja yang tergabung dalam komunitas Kampung Tengah dari penangkapan yang dilakukan oleh unit Resintel Polsek Darussalam pada Selasa (12/3) dini hari.

Kegiatan pembinaan yang dilaksakan oleh para remaja komunitas Kampung Tengah tersebut meliputi kegiatan shalat tarawih berjamaah di meunasah/masjid yang ada di wilayah hukum Polsek Darussalam dan dilanjutkan dengan kegiatan tadarus oleh para remaja, yang dalam pelaksanannya akan terus berlanjut selama bulan suci ramadan dengan maksud untuk mengurangi kegiatan negatif.

“Selama kegiatan itu berlangsung,  Kapolsek Darussalam bersama anggota terus memantau aktifitas para remaja baik dalam pelaksanan pembinaan ataupun keseharian dalam pergaulan dari remaja yang telah terdata tersebut,” tambahnya.

Kegiatan sanksi ini bukan untuk polisi, akan tetapi utamanya untuk diri mereka sendiri, dan ini dilaksanakan adalah hasil kesepakatan bersama dari orang tua pelaku dengan Kapolsek Darussalam untuk merubah mindset para remaja tersebut agar dapat mengarah kepada hal positif dengan menciptakan kedekatan Polri terhadap remaja untuk mengarahkan mereka pada sadar hukum dan taat beragama, pungkas Kapolresta. (b03)

  • Bagikan