Polisi Gelar Rekonstruksi 25 Adegan, Orang Tua Bunuh Anak Di Aceh Singkil

  • Bagikan
Tersangka IR saat melakukan reka adegan, hendak membawa korban anak tirinya yang diketahui sudah tidak bernafas ke Puskesmas, dengan menumpang warga yang lewat. WASPADA/Ariefh.
Tersangka IR saat melakukan reka adegan, hendak membawa korban anak tirinya yang diketahui sudah tidak bernafas ke Puskesmas, dengan menumpang warga yang lewat. WASPADA/Ariefh.

SINGKIL (Waspada): Kepolisian Resor Aceh Singkil telah melakukan rekontruksi, kasus pembunuhan anak di bawah umur, yang dilakukan oleh ayah kandung dan ibu tiri di Aceh Singkil.

Amatan Waspada, sebanyak 25 reka adegan telah diperagakan langsung oleh orang tua korban dalam rekonstruksi yang digelar, Rabu (21/2/2024) yang turut dihadiri Kapolres AKBP Suprihatiyanto, Kasi Pidum Kejari Singkil serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Rekonstruksi pembunuhan tersebut pun dikawal ketat personel Polres dan Polsek Singkil dengan memasang garis polisi (police line) untuk pembatasan keramaian masa yang hadir menyaksikan.

Masyarakat tak henti-henti nya meneriaki tersangka saat hendak dibawa masuk bus tahanan. Kata-kata kasar dan sumpah serapah terus diteriakan warga hingga bus tahanan berangkat dari lokasi tersebut.

Rekonstruksi dilakukan di dua lokasi. Yakni tempat kejadian perkara (TKP) rumah tersangka, serta Puskesmas tempat korban sempat hendak dirawat, setelah meninggal, akibat ditenggelamkan.

Adegan demi adegan diperagakan oleh tersangka dari awal penganiayaan yang dilakukan tersangka, hingga menyebabkan, putranya FI yang masih berusia 3 tahun meninggal dunia.

Pembunuhan yang dilakukan oleh ibu tiri korban karena dipicu emosi, disebabkan handuk yang hendak dipakai mandi dibuang korban dibelakang rumah.

Lantas ayah kandung korban SA, 49, menyuruh korban FI, 3, dan kakaknya MI, 6, untuk turun dari lantai atas ke lantai bawah.

Dan dalam reka adegan ke-8 SA merendam korban FI kedalam genangan air dikolong rumah, yang menyebabkan korban menangis dan basah.

Tidak sampai disitu setelah ayah korban mengangkatnya dan pergi bekerja, FI yang masih menangis di dekat meja dapur dan kedinginan, kembali direndam oleh ibu tirinya IR (25) hingga seluruh anggota tubuhnya tenggelam dan basah.

Peristiwa itu disaksikan langsung oleh kakak korban MI yang berjarak hanya sekitar 2 meter.

Berselang 1 jam barulah ibu tirinya tadi mengangkat tubuh korban ke atas.

Dan pada reka adegan ke-15 saat korban diangkat ternyata sudah tidak bernafas.

Ibu tiri korban pun mulai panik dan mencari warga yang lewat untuk meminta tolong dan membawa korban ke Puskesmas.

Kapolres Aceh Singkil AKBP Suprihatiyanto mengatakan, rekontruksi dilaksanakan agar memudahkan penyidik untuk mendapat gambaran utuh saat peristiwa terjadi dan di tempat kejadian perkara (TKP) sebenarnya.

Katanya ada sebanyak 25 reka adegan yang dilakukan oleh 2 tersangka. Begitupun yang paling penting dalam kasus ini adalah, bagaimana kita melakukan pendampingan psikologi terhadap korban kakaknya.
Terhadap masalah ini yg pealing penting adalah bgmn kt melakukan oendampingan psikologi terhadap anak. Karena trauma yg dialami, sebab anak ini pasti mengalami trauma yang harus dipulihkan, ucapnya.

Sementara itu setelah dilakukan reka ulang terhadap kasus pembunuhan tersebut, Polisi masih akan melengkapi berkas perkara dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi lainnya, kata Kasat Reskrim AKP Mawardi menambahkan. (B25)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *