Aceh

Polres Pidie Hadir Tanpa Jeda, Menebar Empati Menjaga Asa

Polres Pidie Hadir Tanpa Jeda, Menebar Empati Menjaga Asa
Personel Polres Pidie menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir sebagai wujud kepedulian dan empati di tengah musibah. Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

Banjir kembali datang menyapa Kabupaten Pidie. Air yang meluap dari sungai-sungai membawa kecemasan, merendam rumah, dan menguji ketahanan hidup masyarakat.

Namun di tengah genangan itu, ada satu hal yang tidak ikut tenggelam, kepedulian. Polres Pidie, di bawah kepemimpinan Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, S.I.K., M.I.K., menunjukkan bahwa Polisi tidak tinggal diam.

Melalui gerak cepat yang terkoordinasi, bantuan logistik dari Kapolda Aceh disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak. Bukan sekadar bantuan, tetapi kehadiran.

Melalui Wakapolres Pidie KOMPOL Firdaus Jufrida, S.T, M.Si, Polres Pidie memastikan bahwa bantuan tersebut tidak hanya sampai, tetapi juga tepat sasaran.

“Ini adalah wujud perhatian kami kepada masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok pascabanjir,” ujarnya.

Apa yang dilakukan Polres Pidie bukan hal yang sederhana. Dalam situasi darurat, kecepatan dan ketepatan menjadi kunci. Dan di titik itu, institusi ini menunjukkan kapasitasnya bekerja senyap, namun berdampak nyata.

Dalam ajaran Islam, kepedulian terhadap sesama adalah nilai utama. Allah SWT berfirman, “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa…” (QS. Al-Ma’idah: 2).

Apa yang dilakukan Polres Pidie adalah implementasi nyata dari nilai tersebut gotong royong dalam skala institusi, kepedulian yang diterjemahkan menjadi aksi.

Di lapangan, masyarakat merasakan langsung kehadiran itu. Sulaiman, 45, warga Kecamatan Tangse, mengaku bantuan yang diterima sangat berarti di tengah kondisi sulit.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Saat kondisi seperti ini, bantuan seperti ini benar-benar kami butuhkan,” katanya.

Hal senada disampaikan Nurhayati, 38, warga Mutiara Timur. “Bantuan ini sangat membantu kami. Kami merasa tidak sendiri, karena ada perhatian dari pihak kepolisian,” ujarnya.

Pengakuan warga ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polres Pidie bukan sekadar simbolik, tetapi benar-benar dirasakan.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad).

Jika hadis ini menjadi ukuran, maka apa yang dilakukan Polres Pidie telah menempatkan mereka pada posisi yang terhormat dalam pengabdian kepada masyarakat.

Lebih dari itu, Polres Pidie tidak hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga menjelma sebagai pelindung sosial. Di saat masyarakat membutuhkan, mereka hadir bukan hanya menjaga, tetapi juga membantu.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, kehadiran aparat yang responsif dan humanis menjadi energi tersendiri.

Ia menumbuhkan kepercayaan, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan rasa aman yang lebih luas dari sekadar situasi kamtibmas.

Memang, banjir adalah persoalan yang kompleks. Ia membutuhkan penanganan lintas sektor dan solusi jangka panjang. Namun dalam konteks darurat, apa yang dilakukan Polres Pidie adalah contoh konkret bagaimana negara seharusnya hadir, cepat, tepat, dan peduli.

Dan di titik itu, Polres Pidie telah menunjukkan perannya dengan sangat baik. Di tengah air yang datang tanpa jeda, Polres Pidie menjawab dengan kerja nyata.

Bukan sekadar hadir saat bencana, tetapi menjadi penopang harapan yang terus menyala.

Muhammad Riza

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE