AcehKesehatan

Polres Pidie Pastikan Kesehatan Warga Pengungsi Pascabanjir

Polres Pidie Pastikan Kesehatan Warga Pengungsi Pascabanjir
Warga pengungsi banjir di Gampong Tibang mengikuti pemeriksaan kesehatan yang digelar Polres Pidie, Sabtu (29/11). Waspada.id/Munammad Riza
Kecil Besar
14px

SIGLI (Waspada.id): Polres Pidie melalui Satuan Dokkes menggelar Bakti Kesehatan bagi warga terdampak banjir di Gampong Tibang, Kecamatan Pidie, Sabtu (29/11). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga selama masa pemulihan bencana.

Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK melalui Kasi Humas AKP Anwar, S.Ag, Minggu (30/11) menyampaikan, “Kami hadir di tengah masyarakat yang terdampak banjir, khususnya anak-anak, lansia, dan warga yang rentan. Baksos kesehatan ini merupakan wujud kepedulian Polri untuk memastikan warga tetap sehat dan aman dari penyakit yang sering muncul pascabanjir.”

Scroll Untuk Lanjut Membaca

IKLAN

Banjir yang melanda beberapa gampong dalam beberapa hari terakhir memaksa sebagian warga mengungsi. Air setinggi 50–70 cm menggenangi rumah-rumah, menyebabkan gangguan pada aktivitas sosial, sekolah, dan kebutuhan dasar masyarakat. “Banjir tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga memicu berbagai penyakit, terutama infeksi kulit, diare, dan gangguan pencernaan. Karena itu, Sidokkes turun langsung memberikan pelayanan kesehatan agar warga tetap terlindungi,” ujar Anwar.

Dalam kegiatan ini, petugas juga memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan pascabanjir. Petugas menekankan agar warga selalu mencuci tangan, mengonsumsi air bersih, serta membuang sampah dan limbah rumah tangga dengan benar.

Pelayanan Kesehatan Dan Antrean Warga

Sejak pagi, puluhan warga tampak antre untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Data sementara yang dicatat petugas, lebih dari 120 warga memanfaatkan layanan kesehatan pada hari itu. Mayoritas pasien mengeluhkan demam, gatal-gatal akibat paparan air banjir, diare, serta gangguan pencernaan.

Petugas medis dari Polres Pidie dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memberikan obat-obatan sesuai kebutuhan. Beberapa warga bahkan mendapatkan vitamin tambahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Kapolsek Pidie, personel Sidokkes Polres Pidie, hingga tim medis Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie. Anggota Polsek membantu proses registrasi pasien, pengaturan antrean, hingga distribusi obat-obatan. Koordinasi dengan aparat gampong juga dilakukan untuk memastikan warga yang tinggal di daerah rawan banjir dapat dijangkau.

Komentar Warga Dan Tokoh Masyarakat

Warga yang hadir menyampaikan rasa terbantunya. Fatimah, 38, seorang ibu rumah tangga, mengaku membawa dua anaknya yang mengalami gatal-gatal dan panas badan akibat air banjir. “Air banjir kotor sekali, anak-anak cepat sakit. Syukurlah hari ini langsung ditangani. Kami sangat terbantu karena belum sempat ke puskesmas,” ujarnya.

Rahman, 52, warga lainnya, menambahkan, “Lingkungan pascabanjir masih memprihatinkan. Sampah berserakan dan banyak genangan air yang belum surut. Kami takut penyakit menular makin banyak. Semoga kegiatan seperti ini rutin dilakukan sampai lingkungan benar-benar bersih.”

Keuchik Gampong Tibang, Muchtar, 45, juga menyoroti pentingnya keberlanjutan pelayanan kesehatan. “Ini sangat membantu warga. Kami berharap pemerintah daerah mempercepat penyediaan air bersih, melakukan penyemprotan disinfektan, dan memastikan distribusi bantuan logistik berjalan lancar,” katanya.

Pandangan Pedagang Lokal

Pedagang sayur keliling, Sari, 34, yang rumah dan lapaknya terdampak banjir, menyatakan bahwa kegiatan bakti kesehatan juga meringankan beban warga pedagang. “Banjir membuat jualan berhenti. Anak-anak cepat sakit karena air kotor. Dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis, warga dan pedagang bisa lebih tenang,” ujarnya.

Pedagang ikan segar, Andi, 40, menambahkan, “Banjir membuat pasar dan jalan menuju pasar tertutup. Kini ada pelayanan kesehatan, warga bisa tetap sehat dan bisa kembali beraktivitas mencari penghasilan.”

Upaya Polres Pidie Mengantisipasi Wabah Pascabanjir

Polres Pidie memastikan bahwa pemantauan kesehatan warga akan terus dilakukan. Anwar menegaskan, kegiatan serupa akan digelar di wilayah terdampak lainnya sesuai laporan dari aparatur gampong. “Ini komitmen kami untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat bencana. Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar pemulihan berjalan cepat dan merata,” tegasnya.

Selain pelayanan kesehatan, Polres Pidie juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendistribusikan logistik, air bersih, dan penyemprotan disinfektan di pemukiman terdampak. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko penyakit menular pascabanjir.

Melalui bakti kesehatan ini, Polres Pidie berharap masyarakat terdampak banjir tetap sehat dan aman. Langkah-langkah pencegahan penyakit, pelayanan medis, dan penyuluhan kesehatan diharapkan dapat membantu pemulihan warga secara menyeluruh.(id69)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE