AcehGaya Hidup

Portola Tiara Hotel Meulaboh: Ikon Baru Pariwisata Bumi Teuku Umar Hadir Di Tahun Baru 2026

Portola Tiara Hotel Meulaboh: Ikon Baru Pariwisata Bumi Teuku Umar Hadir Di Tahun Baru 2026
Kecil Besar
14px

MEULABOH (Waspada.id): Portola Tiara Hotel Meulaboh, yang dulunya dikenal sebagai Tiara Hotel, resmi menghadirkan diri sebagai destinasi akomodasi baru yang diharapkan menjadi ikonik ibukota Kabupaten Aceh Barat, tanah kelahiran Pahlawan Nasional Teuku Umar.

Kehadirannya yang bertepatan dengan tahun baru 2026 diharapkan memberikan dorongan baru bagi perkembangan ekonomi dan pariwisata daerah.

Owner Portola Tiara Hotel Meulaboh, Teuku Ferdiansyah, menyampaikan bahwa pembaruan ini merupakan hasil refleksi dan kepedulian sosial yang dilakukan di penghujung tahun 2025.

“Wajah baru Portola Tiara Hotel ini lahir dari proses perenungan di akhir tahun. Kami ingin mengawali 2026 dengan semangat baru, bukan hanya dari sisi tampilan, tetapi juga dari niat untuk memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers Sabtu (3/1/26).

Ia menambahkan, tahun baru merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan kualitas layanan, serta membangun optimisme ke depan. Portola Tiara Hotel Meulaboh diharapkan dapat menjadi ruang yang nyaman bagi berbagai kegiatan, baik keluarga, komunitas, maupun dunia usaha.

Dengan wajah baru dan berbagai peningkatan layanan yang dihadirkan, Portola Tiara Hotel Meulaboh optimistis dapat semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pilihan utama akomodasi di Aceh Barat. Transformasi di awal tahun 2026 ini diharapkan menjadi awal perjalanan baru dalam menghadirkan pengalaman menginap yang lebih berkualitas dan bermakna.

Hal senada juga dilontarkan Mugi Harjo President Director Parkside Hotel Group Indonesia. Pria yang dikenal ramah ini menyatakan bahwa pihaknya total untuk memberikan yang terbaik kepada pengunjung yang menyambangi Aceh.

Menurut Noersyam Akhmad, Cluster General Manager Portola Tiara Hotel dan Parkside Meuligoe Hotel Meulaboh, hotel ini siap berkontribusi dalam meningkatkan citra Meulaboh sebagai destinasi yang nyaman bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. “Kita berkomitmen untuk melayani para tamu dengan baik, sehingga mereka mendapatkan kesan positif bahwa Meulaboh layak menjadi pilihan tujuan perjalanan,” ujarnya dalam wawancara sebelumnya.

Portola Tiara Hotel menyediakan total 68 kamar. Fasilitas yang ditawarkan meliputi 3 ruang rapat dengan kapasitas antara 50 hingga 150 orang, restoran bernama Arjuna, serta Cafe Angkringan 44 yang menghadirkan nuansa lokal khas Aceh. Harga kamar mulai dari Rp448 ribu per malam, menjadikannya pilihan yang kompetitif untuk perjalanan bisnis maupun rekreasi.

Kehadiran hotel ini juga selaras dengan upaya pengembangan pariwisata Meulaboh yang tengah digencarkan. Kota ini tidak hanya kaya akan sejarah sebagai tanah Teuku Umar – dengan situs seperti Monumen Kupiah Meu Keu Top yang menjadi penanda lokasi gugurnya pahlawan tersebut, serta Museum Teuku Umar yang menyimpan berbagai benda bersejarah dan dokumentasi perjuangannya – namun juga memiliki potensi wisata alam yang luar biasa.

Potensi Wisata Alam dan Budaya

– Pantai: Beberapa pantai eksotis seperti Pantai Cot Gapu dengan pasir putih lembut dan ombak yang cocok untuk berselancar, serta Pantai Alue Naga yang dikenal dengan keindahan matahari terbenamnya. Kedua pantai ini berjarak sekitar 15-20 kilometer dari pusat kota, mudah dijangkau dengan kendaraan umum maupun pribadi.

– Wisata Bahari: Perairan sekitar Meulaboh memiliki potensi untuk pengembangan wisata penyelaman dan snorkeling, dengan keanekaragaman hayati bawah laut yang masih alami. Selain itu, kawasan tambak udang di sekitar kota juga bisa dijadikan objek wisata edukasi tentang sektor perikanan lokal.

– Budaya dan Kuliner: Meulaboh juga kaya akan tradisi budaya, seperti tarian tradisional Ranub Lampuan yang sering diperagakan pada acara penting, serta kerajinan tangan anyaman rotan dan bambu yang menjadi hasil tangan masyarakat lokal. Bagi pecinta kuliner, kota ini menawarkan hidangan khas seperti mie caluk, ikan bakar padang, dan bubur pedas yang bisa dinikmati di berbagai warung makan maupun restoran, termasuk di Cafe Angkringan 44 di dalam hotel.



Konsep kawasan rekreasi edukasi yang pernah diusulkan untuk memperkuat identitas sejarah kota juga diharapkan dapat bersinergi dengan kemunculan akomodasi baru seperti Portola Tiara Hotel. Selain itu, melalui kerja sama dengan Parkside Hotel Group, Portola Tiara Hotel turut mendukung pemerintah daerah dalam menjadikan Meulaboh sebagai destinasi MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) ketiga di Provinsi Aceh setelah Takengon.

“Kita akan terus berupaya agar pariwisata berbasis syariah di Meulaboh tumbuh dan berkembang, dengan dukungan jaringan pemasaran dan distribusi yang luas,” tambah Noersyam.

Dengan kombinasi fasilitas modern, sentuhan budaya lokal, dan dukungan terhadap perkembangan ekosistem pariwisata daerah, Portola Tiara Hotel diharapkan tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga bagian dari gerakan untuk mengangkat potensi Meulaboh sebagai destinasi unggulan di Aceh Barat.(rel)

 

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE