KOTA JANTHO (Waspada.id): Bisnis UMKM Ecoprint telah banyak menarik perhatian masyarakat kota, luar kota, atau bahkan sampai mancanegara. Produk UMKM Sioen Ija Ecoprint asal Kabupaten Aceh Besar di Gampong Meunasah Baro Kemukiman Lampuuk Kecamatan Lhoknga ini telah menembus peminat luar negeri yang datang ke daerah wisata itu, karena produk ini merupakan inovasi baru yang sangat unik untuk dikoleksi oleh para konsumen mancanegara.
Nurul Fahmi, 39, pelaku UMKM Sioen Ija Ecoprint mengaku hasil produksi ecoprint miliknya itu telah menjadi pusat perhatian bagi para wisatawan yang datang ke Lhoknga, seperti wistawan dari Prancis maupun Kanada. “Para turis sepertinya memang senang dengan produk kreativitas handycraf, apalagi yang dihasilkan dari bahan alam dan dikerjakan dengan cara alami pula. Pelancong dari berbagai negara yang datang dan membeli, ada yang dari Francis, bahkan Kanada serta beberapa negara lain,” katanya di Lampuuk, Rabu (21/1)
Ia mengatakan selembar produk kain yang dibuat berkisar antara 300 hingga 800 ribu rupiah, tergantung lebar dan motif kain. “Untuk harga masih sekitar 300 hingga 800 ribu rupiah, jika nanti produksi semakin banyak bisa jadi harga akan lebih terjangkau,” tutur Nurul.

Dengan beranggotakan 16 orang tenaga kerja produksi, Ia mengatakan untuk menenuhi permintaan konsumen baik dalam maupun luar negeri, mulai tahun ini akan dimulai produksi tote bag dan baju dari kain ecoprint tersebut. “Insya Allah mulai tahun ini kita akan memulai produksi tote bag dan baju dari kain ecoprint, karena sudah ada yang bertanya baju, maka untuk memenuhi permintaan konsumen kita akan coba mulai,” imbuhnya.
Ecoprint adalah sebuah teknik seni untuk memberi motif pada tekstil yang menggunakan unsur-unsur alam untuk pencetakan motif pada tekstil.
Teknik printing ini dilakukan menggunakan tumbuhan seperti dedaunan dan bunga yang warna dan bentuknya akan tercetak pada kain atau media tekstil lainnya.
Dapat disimpulkan ecoprint merupakan metode pencetakan alami atau ramah lingkungan karena menggunakan bahan-bahan alami dan tidak memerlukan zat kimia berbahaya bagi bumi. (id65)










