AcehPendidikan

Program Mahasiswa Berdampak 2026: Pemberdayaan Pascabencana di Desa Simpur Jaya Bangun Kemandirian Berbasis Ternak dan Kebun Gizi

Program Mahasiswa Berdampak 2026: Pemberdayaan Pascabencana di Desa Simpur Jaya Bangun Kemandirian Berbasis Ternak dan Kebun Gizi
Dosen dan mahasiswa Universitas Nurul Hasanah Kutacane foto bersama dengan warga Desa Simpur Jaya, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

ACEH TENGGARA (Waspada.id): Pascabanjir yang melanda Desa Simpur Jaya, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, menyisakan dampak signifikan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Lahan pertanian rusak, aktivitas peternakan terhenti, serta akses distribusi terganggu selama beberapa waktu.

Dalam merespon kondisi ini, dosen dan mahasiswa dari Universitas Nurul Hasanah Kutacane melaksanakan kegiatan bertajuk: “Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra melalui Home-Based Livestock dan Home Gardening.”

Program ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026 yang didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sebagai upaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan sosial-ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Kegiatan ini dipimpin oleh Yusnaini, S.Kep, Ners, M.Kep selaku Ketua Tim Dosen Pelaksana, bersama anggota tim Devi Annisa Marpaung, S.Pd, M.Hum dan Muasir Pagan, S.Kom, M.Kom. Tim mahasiswa pelaksana merupakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nurul Hasanah Kutacane yang menetap dan melaksanakan kegiatan secara intensif di desa selama 20 hari, mulai 06 Februari hingga 25 Februari 2026.

Program ini juga memperoleh dukungan penuh dari Ketua Senat Universitas Nurul Hasanah Kutacane, dr. Nandara Priyanti Elna, MKM., yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi aktif dosen dan mahasiswa dalam memperkuat ketahanan masyarakat pascabencana. Beliau menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Yusnaini selaku Ketua Tim Dosen menjelaskan, pada fase awal pascabencana, tim dosen turut menyalurkan bantuan darurat dan layanan pemeriksaan kesehatan. Selanjutnya, melalui pendekatan partisipatif bersama kelompok petani/peternak dan kelompok ibu rumah tangga, disusun dua program utama berbasis kebutuhan masyarakat:

Home-Based Livestock

Program pengembangan ternak ayam dan bebek dilaksanakan melalui pembangunan kandang berbasis bahan lokal, pengadaan bibit ayam dan bebek petelur, serta pelatihan manajemen usaha sederhana yang disertai dengan penguatan dan perlindungan usaha kecil.

Kegiatan pembinaan masyarakat dalam penguatan dan perlindungan usaha kecil menghadirkan narasumber Bapak Armada Budi, S.Pd., selaku Kasi Evaluasi Monitoring Pelaporan USP/KSP, Dinas Koperasi, UKM, dan Transmigrasi Aceh Tenggara, yang memberikan materi terkait strategi pengelolaan usaha, akses permodalan, serta keberlanjutan usaha mikro berbasis komunitas.

Home Gardening (Kebun Gizi Keluarga)

Pemanfaatan lahan kosong milik masyarakat dilakukan melalui budidaya sayuran cepat panen, seperti kangkung, sawi, selada, cabai, dan tomat, yang disertai dengan edukasi gizi keluarga guna meningkatkan ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan nutrisi rumah tangga.

Sebagai inovasi tambahan, tim menghadirkan akses internet berbasis satelit (Starlink) dan membangun etalase digital guna memasarkan produk telur, ayam, bebek, serta hasil hortikultura melalui media sosial dan jejaring komunitas. Keterlibatan pemuda desa sebagai penggerak promosi digital menjadi langkah strategis dalam memperluas pasar dan mempercepat pemulihan ekonomi berbasis komunitas.

Program ini melibatkan 20 anggota kelompok petani/peternak serta 20 ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok kebun gizi. Dampak yang dirasakan masyarakat meliputi peningkatan ketahanan pangan keluarga, terbukanya peluang usaha berbasis rumah tangga, penguatan solidaritas sosial, serta peningkatan literasi digital masyarakat desa.

Melalui kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, Program Mahasiswa Berdampak 2026 ini menjadi model pemberdayaan pascabencana yang terintegrasi berbasis teknologi, kesehatan, dan penguatan ekonomi komunitas.

Dari Desa Simpur Jaya, harapan baru tumbuh—membangun desa yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.(id46)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE