PT PIM Minta Maaf, Temui Ulama Dan Tokoh Dewantara

Buntut Gelar Konser Di Malam Nisfu Syakban

  • Bagikan
Manajemen PT. PIM gelar konser musik penyanyi Virzha tepat di malam Nisfu Syakban yang menuai kecaman publik pada Minggu, 25 Februari 2024 pukul 20:43 WIB lalu. Waspada/Ist
Manajemen PT. PIM gelar konser musik penyanyi Virzha tepat di malam Nisfu Syakban yang menuai kecaman publik pada Minggu, 25 Februari 2024 pukul 20:43 WIB lalu. Waspada/Ist

ACEH UTARA (Waspada ): Karena memeriahkan HUT ke-42 dengan menggelar konser di malam Nisfu Syakban telah menuai kecaman publik, Selasa (27/2), akhirnya manajemen PT. PIM beserta jajarannya meminta maaf kepada seluruh lapisan masyarakat atas ketidaknyamanan itu.

Permohonan maaf itu diungkapkan melalui rilis berita dari Humas PT. PIM karena merasa telah menimbulkan ketidaknyamanan ketika memeriahkan HUT ke-42 PT. PIM.

Keterangan dalam rilis berita tersebut menerangkan dalam rangka menjaga hubungan baik dengan Tokoh Masyarakat Dewantara, Manajemen PIM melakukan silaturahmi dengan Muspika, Tokoh Masyarakat, serta Alim Ulama Dewantara.

PT PIM Minta Maaf, Temui Ulama Dan Tokoh Dewantara

Kunjungan ini dihadiri oleh Komisaris Utama PIM Marzuki Daud, Direktur Operasi & Produksi Jaka Kirwanto, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Eko Setyo Nugroho, SVP Sekper & Tata Kelola Maimun, VP TJSL & Humas Zulhadi, AVP Humas Dedi Ikhsan serta beberapa staf lainnya.

Kegiatan silaturahmi berlangsung dengan beberapa tokoh yaitu di kediaman Waled Jala (Alim Ulama Dewantara), dengan Waled Lah (Tokoh Masyarakat Dewantara) dan Muspika Dewantara dan Tokoh Masyarakat pada Selasa (27/2/2024). Kunjungan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Pada kunjungan tersebut juga membahas isu-isu terkini yang berkembang di masyarakat, terutama terkait dengan perayaan HUT ke-42 PIM yang bersamaan dengan kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian masyarakat lingkungan.

Jaka Kirwanto, Direktur Operasi & Produksi PIM menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi saat ini. “Mewakili Manajemen Pupuk Iskandar Muda (PIM) dengan rendah hati kami ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, yang diwakili oleh Muspika Dewantara, Tokoh Masyarakat, dan Alim Ulama atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh kekhilafan kami dalam pelaksanaan acara perayaan ulang tahun PIM yang bersamaan dengan kegiatan keagamaan di sekitar yang kurang sesuai dengan kearifan lokal,” ungkapnya.

“Sebagai tanggapan atas masalah ini, kami akan lebih berhati-hati dalam merencanakan dan menjadwalkan acara-acara di masa mendatang, untuk memastikan bahwa kami dapat menyelaraskan agenda perusahaan dengan nilai-nilai agama dan kearifan lokal di masyarakat untuk memastikan bahwa hal serupa tidak terulang kembali,” tambahnya.

Baik dari Muspika Dewantara, Alim Ulama, dan Tokoh Masyarakat berharap bahwa PIM dapat terus berkoordinasi dan menjalin komunikasi dengan baik sehingga meningkatkan keterbukaan dan komunikasi dalam setiap kegiatan dan keputusan yang diambil, serta mengedepankan dialog yang konstruktif dalam menyelesaikan masalah atau perbedaan pendapat.

PT PIM Minta Maaf, Temui Ulama Dan Tokoh Dewantara
Pabrik PT. PIM di Krueng Geukuh Kec. Dewantara Kab. Aceh Utara. Waspada/Ist

Jaka mengaku bahwa pihaknya akan terbuka untuk berkoordinasi dan menerima masukan serta saran dari Muspika, Tokoh Masyarakat, Alim Ulama, dan masyarakat sehingga perusahaan dapat terus meningkatkan pelayanan dan keterlibatan dalam komunitas.

“Sekali lagi, kami mengucapkan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran kami terhadap kearifan lokal, keragaman budaya dan nilai-nilai agama serta untuk menjadi mitra yang lebih baik dalam membangun hubungan yang harmonis dan saling menghormati,” tutup Jaka.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, dalam rangka memeriahkan HUT ke-42 PT. PIM, manajemen setempat menggelar konser musik dengan menghadirkan artis penyanyi Virzha di malam Nisfu Syakban pada Minggu, 25 Februari 2024, sekitar pukul 20:43 WIB. Karena euforia di malam Nisyfu Syakban itu ternyata telah menuai kecaman dari masyarakat Aceh yang mayoritas beragama Islam. (b09)

  • Bagikan