Aceh

Puasa dan Pengendalian Diri, Pesan Tegas Abu Farmadi Dalam Kajian Peukong Agama Manggeng Abdya 

Puasa dan Pengendalian Diri, Pesan Tegas Abu Farmadi Dalam Kajian Peukong Agama Manggeng Abdya 
Abu Dayah Manyang Puskiyai Aceh Tgk H Farmadi ZA MSc,  menyampaikan tausiah dalam kegiatan Kajian Peukong Agama, di Kecamatan Manggeng, Abdya, dengan materi keutamaan Ramadhan dan penguatan akhlak umat, Sabtu (14/2).Waspada.id/Syafrizal 
Kecil Besar
14px

BLANGPIDIE (Waspada.id): Kajian Peukong Agama di Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kembali menguatkan semangat pembinaan spiritual masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan.

Dalam tausiyahnya, Abu Dayah Manyang Puskiyai Aceh Tgk H Farmadi ZA MSc menegaskan, Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan panggilan ilahi bagi orang-orang beriman, untuk naik derajat menuju ketakwaan.

“Ramadhan adalah bulan pendidikan ruhani. Allah memanggil orang-orang beriman untuk berpuasa, agar mencapai derajat takwa. Ini momentum memperbaiki diri, membersihkan hati dan menyempurnakan ibadah,” tegasnya di hadapan jamaah.

Abu Farmadi menekankan bahwa esensi puasa tidak berhenti pada menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan sia-sia dan maksiat. Ia secara tegas menyoroti maraknya permainan domino, yang berpotensi mengarah pada praktik perjudian, termasuk fenomena judi online, yang kian meresahkan.

Menurutnya, permainan yang mengandung unsur taruhan dapat berubah hukum menjadi haram. Meski secara fikih tidak membatalkan puasa, perbuatan tersebut dapat menggerus bahkan menghilangkan pahala puasa, karena bertentangan dengan nilai kesucian Ramadhan.

“Puasa adalah latihan pengendalian diri. Jika siang hari kita berpuasa, namun malamnya diisi dengan perbuatan yang melanggar syariat, maka ruh puasa itu hilang,” tegasnya kembali. 

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap abai, terhadap praktik-praktik yang merusak moral di lingkungan sekitar. Kepedulian sosial, menurutnya, merupakan bagian dari amar ma’ruf nahi munkar, yang menjadi tanggung jawab bersama.

Selain penguatan akhlak, Abu Farmadi mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan selama Ramadhan, termasuk menjaga kebersihan mulut sebagai bagian dari kesempurnaan ibadah.

Kajian tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Peukong Agama dalam membangun kesadaran kolektif, bahwa Ramadhan harus diisi dengan ibadah, penguatan moral, dan komitmen menjauhi segala bentuk kemaksiatan. Dengan demikian, Ramadhan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi madrasah pembentukan karakter umat.(id82)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE