KUTACANE (Waspada.id): Puluhan rumah warga menjadi korban, ketika kobaran api membakar rumah warga di Strak Pisang, Kota Kutacane Aceh Tenggara, Sabtu (17/1) siang.
Kebakaran yang terjadi sekira pukul 14 WIB di pemukiman padat penduduk tersebut membuat warga dari berbagai penjuru heboh dan mendatangi lokasi

Pantauan Waspada.id di lokasi tempat kejadian, warga merasa curiga menyusul munculnya asap hitam pekat dari rumah salah seorang warga di Strak Pisang Kota Kutacane.
Tak berselang lama, kepulan asap hitam pekat berubah menjadi percikan dan kobaran api, hingga membakar rumah salah seorang warga.
Panasnya cuaca Kota Kutacane yang menyengat ditambah kencangnya tiupan angin di siang hari membuat kobaran api semakin besar dan sulit dikendalikan, sehingga api dengan cepat menjalar membakar rumah warga lainnya
Kedatangan beberapa unit mobil Damkar ke lokasi kejadian, tak banyak membantu karena tak adanya akses masuk bagi mobil pemadam kebakaran, akibat jalan terlalu kecil sehingga selang air yang ada kesulitan menjangkau rumah warga yang satu persatu mulai hangus dibakar api.
Warga yang semakin panik semakin histeris, karena kobaran api semakin liar dan tak terkendalikan. Bahkan, di tengah tingginya harapan warga melihat kehadiran mobil Damkar kembali merasa kecewa, akibat mobil yang mencoba merengsek masuk lewat gang Rita, terpaksa kembali karena tak lagi memiliki stock air di dalam tangki mobil.

Warga yang merasa panik terpaksa menggunakan ember mengangkut air dan air mineral untuk membantu mengurangi jilatan api, kendati tak banyak membantu memadamkan besarnya kobaran api.
Beberapa warga Strak Pisang Kota Kutacane kepada Waspada.id, mengaku kecewa dengan kurang siap dan kurang profesionalnya petugas Damkar yang diturunkan ke lokasi. “Mobil Damkar datang ke lokasi, namun sayangnya ketika selang diarahkan ke rumah warga, malah tangki mobil tak terisi air,” keluh Ujang warga setempat.
Seandainya, sambung warga lainnya, mobil Damkar memiliki stok air yang cukup, meluasnya dampak kebakaran bisa diminimalisir. Namun sayangnya, selain selang pecah, juga kurang panjang hingga kesulitan menjangkau rumah warga yang terbakar.
Sementara menurut Kalaksa BPBD Agara, Mhd Asbi, ST MM, kebakaran ini bermula dari api pembakaran sampah di sekitar pemukiman yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Karena embusan angin, api dari tumpukan sampah tersebut dengan cepat merambat dan menyambar bangunan di dekatnya.
Pemilik rumah awalnya tidak menyadari bahwa api sudah membesar, hingga akhirnya warga sekitar beramai-ramai berusaha memadamkan api agar tidak semakin meluas.
Menyikapi hal tersebut sebelumnya, petugas Damkar Pos Mako Damkar dan Pos Kandang Mbelang langsung bergerak ke lokasi kejadian dengan menerjunkan 9 unit truk Damkar untuk melakukan penanganan kebakaran rumah tersebut. Api berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam, TNI, Polri dibantu warga masyarakat sekitar pukul 15.30 WIB.

Kebakaran menyebabkan 6 unit rumah rusak berat, 2 unit rumah rusak sedang dan 3 unit rumah rusak ringan sedangkan korban terdampak
Manuarang (RB), Saripudin (RB), Sarinah (RB), Hendri SItanggang (RB), Boru Pangaribuan (RB), Boru Nababan (RB), Zulkarnaen (RS), Sinto Winata (RS), Zulnadi (RR), Marisi (RR) dan Hatta Nasution (RR),
Sementara korban jiwa dan luka nihil, terdampak 11 KK dan 37 jiwa,
dan penyebab kebakaran sedang dalam penyelidikan pihak yang berwajib, tambah Asbi. (id80/id79)










