Aceh

PUPR Abaikan Perawatan Jalan Mbarung- Lawe Mamas

PUPR Abaikan Perawatan Jalan Mbarung- Lawe Mamas
Badan ruas jalan kabupaten Mbarung - Kedataran di kawasan Lawe Sikap, terlihat ditumbuhi belukar dan daun bambu.
Kecil Besar
14px

KUTACANE (Waspada.id): Dinas PUPR Aceh Tenggara dituding mengabaikan perawatan ruas jalan kabupaten Mbarung -Rambung Teldak.

Pasalnya, selain sempit, sepanjang ruas jalan lingkar yang terbilang panjang tersebut, terlihat tak terawat menyusul banyaknya badan jalan yang tertutup akibat belukar yang menutupi berem jalan.

Hampir satu tahun jalan ini tak dirawat dan diabaikan pihak PUPR, karena itu di sepanjang jalan ruas Mbarung -Mamas, tumbuh subur rumput belukar.

Di sepanjang jalan belukar mulai menutup badan jalan, sehingga menutupi pandangan pengendara roda dua dan roda empat.

Kondisi jalan yang ditutupi rumput belukar itu, ujar Sandi, sangat mengganggu pengguna jalan, bahkan menyebabkan rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Rumput yang menutupi berem dan badan jalan itu, umumnya terdapat di tikungan dan tanjakan yang terbilang curam, karena membuat pengendara kenderaan bermotor jadi tak nyaman dan cemas.

Jalan yang ditutup rumput dan ranting aerta daun bambu itu, terdapat mulai dari gunung Mbrug, Lawe Sikap dan jalan di daerah Gulo Kecamatan Darul Hasanah.

Sebelum menelan korban tewas dan luka-luka akibat laka lantas, warga Darul Hasanah dan warga kecamatan lainnya, mendesak pihak Dinas PUPR Agara, segera melakukan pembersihan pada bwrem dan badan jalan.

Masalahnya jalan kabupaten ruas Mbarung -Mamas-Rambung Teldak, merupakan jalan vital dan sangat penting bagi warga Aceh Tenggara, namun sayangnya, jalan tersebut terkesan dibiarka pihak Dinas PUPR tanpa perawatan, kendati pemerintah tiap tahun mengalokasikan biaya perawatan jalan dan jembatan.

Sikap apatis dan terkesan kurang peduli serta tutup mata itu, sambung warga lainnya, jelas sangat merugikan pengguna jalan di Aceh Tenggara, yang senantiasa dari jalan yang terkenal sebagai daerah wisata dan sentra perkebunan tersebut.

Kadis PUPR, Sadli Desky melalui Kabid Jalan dan Jembatan, Sunarno kepada Waspada.id, Kamis (12/3) mengatakan, untuk babat jalan 2026 ini belum dikerjakan, namun akan dikerjakan pada tahap kedua nanti.

Saat ini sedang dikerjakan timbun jalan berlubang, jadi dana yang ada dialihkan untuk timbunan lubang badan jalan, karena itu yang diminta sebagian besar warga terutama pada gelar musrenbang yang lalu. (id79)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE