AcehEkonomi

Pupuk Subsidi Langka, Petani Abdya Terancam Gagal Panen

Pupuk Subsidi Langka, Petani Abdya Terancam Gagal Panen
Kondisi padi milik penduduk Abdya dalam masa pembiakan yang terancam gagal panen akibat kelangkaan pupuk subsidi. Foto direkam Sabtu (3/1) lalu. Waspada.id/Syafrizal. 
Kecil Besar
14px

BLANGPIDIE (Waspada.id): Kelangkaan pupuk subsidi kembali menghantui petani di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Di tengah fase krusial pertumbuhan padi, pupuk subsidi jenis Urea dan NPK Phonska nyaris tak ditemukan di kios-kios pengecer, membuat petani terjepit dan cemas akan ancaman gagal panen.

Sebagaimana diutarakan Sabihis Murad, petani asal Kecamatan Tangan Tangan, Sabtu (3/1) lalu mengungkapkan bahwa, pupuk subsidi mulai sulit didapat sejak akhir tahun. Padahal, saat ini petani sedang memasuki pemupukan kedua, fase penentu bagi perkembangan anakan padi. “Pemupukan pertama masih bisa kami lakukan sekitar tiga minggu lalu. Tapi sekarang pupuk subsidi kosong di kios. Kami tidak tahu apa penyebab pastinya,” ungkapnya. 

Upaya mencari pupuk hingga ke daerah tetangga seperti Aceh Selatan dan Nagan Raya pun tak membuahkan hasil. Pupuk non-subsidi memang tersedia, namun harganya di luar jangkauan petani kecil. “Kalau pupuk non-subsidi ada, tapi kami tidak sanggup membelinya. Harapan kami hanya pada pupuk subsidi,” ujar Badruddin, petani lainnya. 

Menurut  Mukhtaril, petani lainnya, keterlambatan pemupukan berpotensi besar merusak hasil panen. Tanpa pupuk, padi rawan terserang penyakit, pertumbuhannya kerdil, dan produksi menurun drastis.

Jamaris,  petani setempat menyebutkan, selain kekurangan pupuk, tanaman padi saat ini juga mulai diserang hama ulat. Meski penyemprotan insektisida dilakukan, tanpa dukungan pupuk yang cukup, pertumbuhan padi tetap terhambat. “Padi yang sudah disemprot dan mulai pulih harus segera dipupuk agar anakannya berkembang. Kalau tidak, hasilnya pasti tidak maksimal,” jelasnya.

Para petani menilai kondisi ini janggal. Pasalnya, pada awal musim tanam pupuk subsidi masih mudah diperoleh, namun kini justru menghilang dari pasaran. “Pengawas pupuk harus segera turun tangan. Jangan sampai ada yang menimbun atau mempermainkan distribusi pupuk,” tegasnya.

Petani juga mendesak agar penyaluran pupuk ke Abdya dipercepat, tanpa harus menunggu jadwal resmi. “Usia padi sudah sebulan, bahkan ada yang belum dipupuk sama sekali. Bagaimana mau tumbuh kalau pupuknya tidak ada?” keluhnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Hendri Yadi STP menyatakan bahwa,  pupuk subsidi tahap berikutnya dijadwalkan masuk ke Abdya pada 5 Januari untuk Urea dan 10 Januari untuk NPK Phonska. “Insya Allah kuota pupuk subsidi masih mencukupi. Kendalanya ada pada proses pengiriman karena akses distribusi belum sepenuhnya normal pascabanjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh–Sumatra,” jelasnya singkat.

Meski demikian, bagi petani, janji distribusi tersebut harus segera direalisasikan. Sebab, setiap hari keterlambatan pemupukan berarti ancaman nyata terhadap hasil panen dan penghidupan mereka.(id82)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE