Aceh

PWI Aceh Lapor Langsung Kondisi Bencana Kepada Kapolri Dan Ketum PWI Pusat

PWI Aceh Lapor Langsung Kondisi Bencana Kepada Kapolri Dan Ketum PWI Pusat
Kick Off HPN 2026 di Kota Serang, Provinsi Banten, Minggu, 30 November 2025 dan Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyapa Pengurus PWI Aceh diwakili Wakil Sekretaris, Abdul Hadi terkait kondisi terkini bencana banjir dan longsor. (Waspada.id/Ist)
Kecil Besar
14px

BANDA ACEH (Waspada.id): Pengurus PWI Aceh memaparkan kondisi terkini bencana banjir dan longsor di Aceh melalui telekonferensi bersama Ketua Umum (Ketum) PWI Pusat, Akhmad Munir serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, pada rangkaian Kick Off Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Serang, Provinsi Banten, Minggu, (30/11/25).

Menjelang Kick Off HPN 2026, Ketum PWI Pusat dan Kapolri menyapa Pengurus PWI di tiga provinsi yang terdampak bencana banjir yaitu Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

IKLAN

Ketua PWI Aceh diwakili Wakil Sekretaris, Abdul Hadi melaporkan berdasarkan data sementara, jumlah korban meninggal di Aceh mencapai 47 orang, sementara 51 orang masih dinyatakan hilang.

Sejumlah jalur darat yang menghubungkan kabupaten/kota di Aceh, termasuk akses nasional, masih terputus total akibat banjir dan longsor.

Di Kabupaten Aceh Utara, beberapa desa di Kecamatan Sawang dilaporkan hilang tersapu banjir dan longsor.

Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah serta beberapa wilayah lainnya di Aceh yang mangalami hal serupa, di mana hampir seluruh desa terendam banjir dan tertimbun longsor.

Dengan terputusnya banyak akses darat, menurut Abdul Hadi mulai hari ini penyaluran bantuan ke sejumlah titik dilakukan melalui jalur udara menuju kawasan yang belum dapat dijangkau.

Jumlah pengungsi di Aceh tercatat mencapai 48.887 kepala keluarga. Layanan listrik PLN, jaringan internet, dan akses air bersih masih lumpuh di banyak lokasi, sementara bantuan yang masuk dinilai masih sangat minim.

Dalam laporannya Abdul Hadi juga menyampaikan permintaan PWI Aceh agar Presiden Prabowo Subianto menetapkan bencana di Aceh, serta bencana yang melanda beberapa wilayah di Sumatra, sebagai bencana nasional.

Ia menegaskan bahwa PWI kabupaten/kota di seluruh Aceh terus memperbarui data dan informasi perkembangan pascabencana.

Abdul Hadi turut mengungkapkan bahwa dirinya juga menjadi korban banjir. Hingga kini ia belum dapat kembali ke kampung halamannya di Aceh Utara karena akses jalan terputus total. Salah satu keponakannya juga menjadi korban meninggal dalam bencana yang melanda Kecamatan Samudra, Aceh Utara.

Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh peserta telekonferensi mengheningkan cipta bagi para korban bencana di Sumatra.

Kapolri juga menyampaikan bahwa dirinya segera bertolak ke Aceh untuk meninjau langsung kondisi korban dan penanganan bencana.

Adapun kebutuhan mendesak para pengungsi saat ini meliputi obat-obatan, pakaian, makanan, dan air minum.(id66)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE