Aceh

Ramadhan di Kembang Tanjong, Kepedulian Jadi Penolong

Ramadhan di Kembang Tanjong, Kepedulian Jadi Penolong
Camat Kembang Tanjong, Fauzi Harfa, S.Sos., M.Si., menyerahkan santunan kepada anak yatim terdampak banjir saat kegiatan penyaluran bantuan Ramadhan yang digelar di Aula Kantor Camat Kembang Tanjong, Sabtu (14/3/2026). Waspada./Ist
Kecil Besar
14px

Banjir yang melanda sejumlah gampong (desa-red) di Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie akhir 2025 bukan hanya merendam rumah dan ladang warga. Musibah itu juga meninggalkan jejak kesedihan bagi anak-anak yatim yang harus menjalani Ramadhan dalam suasana serba terbatas.

Di tengah kondisi tersebut, Sabtu siang, 14 Maret 2026, Aula Kantor Camat Kembang Tanjong berubah menjadi ruang harapan. Tangis haru bercampur senyum kecil anak-anak yatim ketika mereka menerima santunan dari Camat Kembang Tanjong, Fauzi Harfa, bersama pengurus Ikatan Warga Kembang Tanjong (IWKT) Banda Aceh.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB itu turut dihadiri Ketua Forum Keuchik, para keuchik se-Kecamatan Kembang Tanjong, orang tua anak yatim, serta tokoh masyarakat. Kehadiran mereka bukan sekadar menghadiri seremonial, tetapi menjadi tanda bahwa anak-anak yatim korban banjir tidak dibiarkan menghadapi cobaan sendirian.

Ramadhan tahun ini memang terasa berbeda bagi sebagian warga Kembang Tanjong. Banjir yang datang tiba-tiba memporak-porandakan kehidupan banyak keluarga. Di antara mereka, ada anak-anak yang sudah kehilangan ayah atau ibu, dan kini harus pula menghadapi dampak bencana yang memperberat keadaan.

Karena itulah santunan yang disalurkan pada momen tersebut terasa begitu bermakna.
Dalam sambutannya, Camat Kembang Tanjong, Fauzi Harfa, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kepedulian masyarakat Kembang Tanjong di perantauan yang telah ikut membantu meringankan beban warga di kampung halaman.

“Alhamdulillah, pada kesempatan yang sangat mulia di bulan suci Ramadhan ini kita dapat menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim yang terdampak banjir. Semoga bantuan ini membawa berkah dan dapat membantu mereka menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada warga IWKT serta masyarakat Kembang Tanjong di mana pun berada atas kepedulian dan kebersamaan mereka membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Santunan tersebut merupakan hasil penggalangan dana masyarakat Kembang Tanjong yang bermukim di Banda Aceh melalui wadah Ikatan Warga Kembang Tanjong (IWKT).

Dana itu kemudian disalurkan secara khusus kepada anak-anak yatim dan piatu dari gampong-gampong yang mengalami dampak banjir paling parah.

Pengurus IWKT Banda Aceh, Syarkawi, menjelaskan bahwa inisiatif penggalangan dana tersebut lahir dari rasa tanggung jawab moral warga perantauan terhadap kampung halaman mereka.

Menurutnya, pengumpulan dana dilakukan bersama tokoh masyarakat dan para orang tua, kemudian dikoordinasikan dengan pihak kecamatan agar bantuan benar-benar tepat sasaran kepada anak-anak yatim yang membutuhkan.

“Ini adalah bentuk kepedulian masyarakat Kembang Tanjong di Banda Aceh terhadap saudara-saudara kita di kampung, khususnya anak-anak yatim yang ikut terdampak banjir,” jelas Syarkawi.

Ia juga mengungkapkan bahwa masyarakat Kembang Tanjong di Banda Aceh saat ini tengah membangun Asrama Putri Kembang Tanjong di kawasan Darussalam. Asrama tersebut direncanakan menjadi tempat tinggal bagi putri-putri asal Kembang Tanjong yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Banda Aceh.

Harapannya, anak-anak yatim yang hari ini menerima santunan kelak tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kami berharap para orang tua terus menjaga dan mendukung pendidikan anak-anak yatim ini. InsyaAllah nantinya mereka juga dapat memanfaatkan asrama putri yang sedang dibangun oleh warga Kembang Tanjong di Banda Aceh,” ungkapnya.

Kegiatan santunan kemudian ditutup dengan doa bersama. Anak-anak yatim duduk berdampingan dengan para keuchik, aparatur kecamatan, dan tokoh masyarakat. Momen itu sederhana, namun sarat makna kebersamaan.

Banjir boleh meninggalkan luka, tetapi kepedulian warga Kembang Tanjong membuktikan satu hal sederhana: duka tidak boleh dibiarkan berlama-lama, karena di tengah musibah selalu ada tangan yang datang membawa cahaya.

Muhammad Riza

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE