SINGKIL (Waspada.id): Kaum ibu yang berjumlah ratusan orang dari 4 kecamatan beramai-ramai mendatangi kantor Bupati Aceh Singkil untuk mempertanyakan bantuan stimulan rehabilitasi rumah korban banjir, Jumat (6/3/2026).
Masyarakat dari 4 kecamatan itu meliputi, Kecamatan Singkil, Singkil Utara, Simpang Kanan dan Kecamatan Gunung Meriah.
Kedatangan mereka hendak mempertanyakan proses penetapan daftar penerima bantuan rehabilitasi dan rekontruksi rumah terdampak banjir dan longsor di Aceh Singkil, yang terindikasi banyak kejanggalan dan tidak tepat sasaran.
Diantaranya ada 3 keluarga yang tinggal dalam satu atap tapi masuk dalam daftar penerima tahap 2. Sementara nama-nama lainnya dalam daftar kuota penerima tahap kedua sudah hilang, ungkap salah satu warga Singkil Utara, Nauli, saat dikonfirmasi Waspada.id, Jumat kemarin.
Herannya dalam data penerima tahap pertama, nama-nama yang masuk sudah diminta untuk buat rekening. Akan tetapi saat data penerima tahap 2 dikeluarkan nama-nama tersebut juga sudah hilang. “Kalau memang tidak dapat kenapa disuruh buat rekening,” tegas Nauli.
Sehingga dengan kondisi tersebut mereka ingin menyampaikan langsung kepada bupati agar bisa dilakukan pendataan ulang sesuai sasaran korban terdampak.
“Kedatangan kami di sini selain untuk mempertanyakan data hasil survei yang dilakukan BPBD, kami juga ingin data tersebut kembali ditinjau ulang,” ucap warga lainnya dari Desa Pasa,r Miswar Sijabat, saat berkunjung ke kantor BPBD Aceh Singkil.
Kemudian tambahnya, terkait dengan adanya beredar penetapan daftar calon penerima bantuan rehab rumah rusak karena terdampak banjir di Aceh Singkil, dia juga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar dapat mengevaluasi keputusan tersebut.
“Tolong lah Pemerintah melalui Bupati tegaskan kepada dinas terkait (BPBD) agar melakukan peninjauan dan pendataan ulang agar data ini nantinya lebih valid,” tambahnya.
Meski dengan membawa jawaban yang masih belum memuaskan, karena pimpinan daerah (Bupati dan Wakil Bupati) kemudian pejabat Kalaksa BPBD juga tidak ada di kantor saat warga datang, mereka sangat berharap agar data calon penerima tahap pertama ditinjau ulang kembali.
Bahkan jika tidak ada tindak lanjut, mereka mengancam akan datang dengan jumlah yang lebih banyak dan siap menduduki kantor BPBD dan Kantor Bupati Aceh Singkil. (id.81)












