Aceh

Rawan dan Mencekam, Warga Terpaksa Menyeberangi Sling Demi Nafkah Keluarga

Rawan dan Mencekam, Warga Terpaksa Menyeberangi Sling Demi Nafkah Keluarga
Kondisi lokasi sling dan jembatan putus pasca bencana. Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

TAKENGON (Waspada.id): Kondisi rawan dan mencekam masih dirasakan warga yang harus melintasi sling di Sungai Ayun Bergang, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Meski berbahaya, jalur darurat tersebut terpaksa digunakan demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Pantauan Waspada.id di lokasi, Selasa (27/1/2026), memperlihatkan warga silih berganti menyeberangi sungai menggunakan sling, baik melalui jalur berbayar maupun tanpa biaya. Jembatan Ayun yang putus pascabencana banjir bandang 26 November 2025 lalu membuat sling menjadi satu-satunya akses penghubung.

Di tengah kondisi yang mengkhawatirkan, aktivitas warga justru tampak sangat padat. Warga lokal hingga dari luar daerah mengangkut hasil panen durian yang telah dipetik dari kebun, dengan risiko tinggi melintasi sling tersebut.

Bagi yang ingin menyeberangkan sepeda motor roda dua, dikenakan biaya jasa tarik sebesar Rp15.000 per unit dan Rp10.000 per orang.

Namun, bagi warga yang tidak mampu membayar, tersedia jalur sling tanpa biaya dengan cara berjalan kaki sambil menggendong durian di punggung menggunakan sling.

“Kalau tidak mau bayar, ya kami jalan kaki dan pikul sendiri duriannya. Mau bagaimana lagi, ini demi kebutuhan keluarga,” ujar seorang warga setempat.

Di sekitar lokasi, terlihat pula warga yang memanfaatkan keramaian dengan berjualan makanan, rokok, dan minuman. Kondisi Jembatan Ayun yang porak-poranda pascabencana kini berubah menjadi pusat aktivitas darurat masyarakat.

Hingga saat ini, warga Kampung Ayun Bergang, Karang Ampar, dan Pantan Reduk masih dibayangi rasa cemas setiap kali harus melintasi sling yang rawan tersebut.

Warga lainnya mengungkapkan bahwa mereka juga menjadi bagian dari pelangsir durian tanpa bayaran tetap. “Kami dibayar Rp2.500 per buah durian. Nyawa taruhannya setiap kali melintas, tapi alhamdulillah masih bisa untuk kebutuhan sehari-hari meski risikonya berat,” katanya.

Menurut keterangan warga lagi beberapa hari kebelakang sudh ada orang yang jatuh.

“Beberapa hari yang lalu sudah dua orang yang jatuh menggunakan sling itu hingga dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan Waspada.id, juga mencatat masih terdapat beberapa titik jembatan yang rusak parah serta ruas jalan yang tertimbun longsor. Meski sebagian sudah dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, saat hujan turun kendaraan roda empat dipastikan tidak dapat masuk ke wilayah tersebut.

Sumarsono

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE