Rekaman Diduga Suara Irmawan Caleg DPR-RI Ancam Pendamping Desa Se-Agara

- Aceh
  • Bagikan
Rekaman Diduga Suara Irmawan Caleg DPR-RI Ancam Pendamping Desa Se-Agara
H. Irmawan Caleg DPR-RI dapil I Aceh dari PKB. Waspada/Ist

KUTACANE (Waspada): Dalam sebuah rekaman yang diduga suara H. Irmawan Caleg DPR-RI dapil I Aceh beredar luas di Aceh Tenggara (Agara).

Pasalnya, isi rekaman itu mengancam TPP/pendamping desa se-Aceh Tenggara, “jika mereka tidak berhasil meraih 35 ribu suara di Aceh Tenggara pada Pemilu Legislatif 14 Februari 2024 nanti, bapak ibu tanggung risikonya,” katanya.

Hal tersebut, akhirnya gempar dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat luas di Aceh Tenggara, selain perbincangan hangat juga viral di media sosial Facebook.

Kutipan rekaman yang diduga suara H. Irmawan Caleg DPR RI itu yang bunyinya menyatakan, “pertama Pak Korcam (koordinator kecamatan), saya ingin bertanya juga sama Pak Korcam. Kalau sudah kalian diberikan 100 per anggota TPP, saya pikir itu urusan struktur di DPP secara struktur dari KPW dari korprov KPW TA dan seterusnya”.

“Itu ada di internal kami bapak-bapak dan ibu sekalian, tapi karena ini Kabupaten Aceh Tenggara tidak cukup dengan angka 100 itu yang dikerjakan oleh teman-teman TPP karena ini basis saya”.

Dalam rekaman 8 menit itu, terdengar suara yang diduga Irmawan berbicara di depan Tim Pendamping Profesional (TPP/Pendamping Desa) Se-Kabupaten Aceh Tenggara, secara tegas menargetkan 35 ribu suara di Aceh Tenggara.

Irmawan mengatakan kalau targetnya di Aceh Tenggara minimal dapat suara paling tidak 35 ribu (suara), jika tidak, bapak ibu tanggung risikonya sebab kalau diharapkan yang diinstruksikan secara struktur hanya 100 per TPP kali 156 orang, berarti hanya 15 ribu, sehingga tidak cukup.

“Kemudian saya mau tanya sama Pak Korcam, selama ini teman-teman TPP apakah ada di monitor aktivitasnya di lapangan, apakah mereka tegak lurus, mulai dari DPRK, DPRA dan DPR RI,” ujar Irmawan dalam rekaman itu.

Tak sampai di situ, Irmawan juga menegaskan di mana hingga kini masih ada sejumlah TPP yang belum diperpanjang SK-nya. Dimana ia meminta jika ingin diperpanjang SK untuk segera menemui dirinya.

“Sebelum saya lanjutkan ini, ada beberapa orang teman-teman kita TPP sampai hari ini SK-nya tidak diperpanjang, dan kalau ini mau diperpanjang tolong menghadap ke saya, ada yang hadir gak? Tolong kita ketemu nanti,” tegas Irmawan.

Selain itu, ia juga mengatakan kepada yang sudah diperpanjang SK untuk tidak senang dulu, karena batasnya sampai dengan tanggal 14 Februari 2024. “Kalau sampai tanggal 14 Februari kerja kita tidak signifikan, saya pastikan anda pun tidak akan diperpanjang lagi SK itu, tidak diperpanjang lagi, jangan berpikir itukan kalau Pak Ir (Irmawan) tidak terpilih kan tidak berkuasa lagi, anda harus tahu juga, masa jabatan kami bulan Oktober, akhir Oktober”.

“Kalau kalian tidak mau kerja ke kami, kemudian kami gagal, kami masih bisa mewarnai sampai bulan Oktober nanti,” ungkap Ketua PKB Aceh itu.

Kemudian dalam rekaman itu, Irmawan juga mengungkapkan kalau sudah banyak tim-timnya di masing-masing desa, di masing-masing kecamatan, tidak melihat satupun teman-teman TPP Aceh Tenggara memposting profilnya.

“Saya mau tanya dulu, hari ini sudah banyak tim-tim saya di masing-masing desa di masing-masing kecamatan, saya tidak ada melihat satupun teman-teman TPP Aceh Tenggara memposting profil saya, ada gak?, ada gak?, ada gak masuk ke Facebook ke Twitter ke TikTok terkait dengan promosi diri saya ada gak? Kalau ada Alhamdulillah,” ujarnya.

“Sekarang kita jujur-jujur saja, jangan ada dusta, yang saya dapat informasi dari tim saya di kecamatan, anda-anda PLD yang ada di Kecamatan Ketambe itu bukan kerja ke PKB, benar gak itu? Saya gak apa-apa, kalau benar gak kerja ke PKB ya udah gak apa-apa tinggalkan saja TPP ini, gabung terus bersama mereka tidak ada persoalan,” ujarnya.

“Tapi kalau bapak-bapak ingin bergabung ingin berkarir bersama kami tolonglah jangan dilakukan hal-hal yang tidak kita inginkan, karena ini perjuangan kita hanya hitungan hari lebih kurang hanya 30 hari lagi.

Kalau hari ini, masih ada teman-teman TPP yang mendua, masih tidak tegak lurus masih kerja dengan, misalnya beginilah kalau masih ada saudara-saudara kalian yang kebetulan nyaleg dari partai lain tidak usah nampak kalian kerja dengan partai lain, itu akan resiko bagi anda,” kata Irmawan.

Ia juga mengungkapkan kalau apapun yang akan dilakukan oleh TPP akan terpantau oleh tim-timnya di tingkat kecamatan. “Hari ini kacamata saya sudah banyak dengan terbentuknya tim-tim saya di Kecamatan-Kecamatan, apa pun yang anda lakukan itu akan termonitor. Kalau masih sayang anda dengan profesi anda sebagai TPP, tolong hentikan kegiatan-kegiatan yang tidak menguntungkan PKB, apalagi merugikan PKB,” tegas anggota DPR RI itu.

Dalam rekaman itu juga terjadi tanya jawab antara Irmawan dengan TPP Se-Aceh Tenggara.

Salah satu TPP yang ikut dalam kegiatan itu membenarkan suara di rekaman itu merupakan suara Irmawan pada acara TPP Se-Aceh Tenggara yang berlangsung pada tanggal 5 Januari 2024. “Benar, suara ini suara Irmawan di acara dengan TPP se-Agara,” kata salah satu TPP yang tak ingin disebutkan namanya itu.

“Kami minta kepada teman-teman pendamping jangan takut ancaman itu, hak untuk memilih tergantung kita, jangan kita diintimidasi, ini sudah pelanggaran pemilu diharapkan Panwaslu juga mengambil tindakan tegas terhadap bapak caleg itu jangan sesuka hatinya, demi kepentingannya kita diancam, tidak ada kaitannya perpanjangan SK kita sebagai pendamping desa,” sebutnya kesal.

Sementara, H. Irmawan Caleg DPR RI saat dihubungi Waspada. id, Senin (22/1) melalui WhatsApp mengatakan, “itu pidato saya dengan internal, dan pidato itu sudah dipotong- potong, kalau orang mendengar semua pidato saya maknanya tidak seperti itu”.(cseh)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *