Aceh

Relawan ASN Bersihkan Fasilitas Pendidikan Di Tamiang, Sekda Pantau Langsung

Relawan ASN Bersihkan Fasilitas Pendidikan Di Tamiang, Sekda Pantau Langsung
Sekda Aceh M. Nasir didampingi Asisten 1 Bidang Pemerintahan , Drs. Syakir menerobos lumpur saat meninjau langsung salah satu fasilitas pendidikan di Aceh Tamiang. (Waspada.id/Ist)
Kecil Besar
14px

ACEH TAMIANG (Waspada.id): Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, meninjau langsung aksi gotong royong massal yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Aceh di Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (4/1). Aksi ini difokuskan pada pembersihan material lumpur sisa banjir di sejumlah fasilitas pendidikan.

​Dalam kunjungannya, Sekda M. Nasir didampingi Asisten 1 Bidang Pemerintahan , Drs. Syakir memantau beberapa titik lokasi, di antaranya TK Negeri 1 Pembina Kuala Simpang, SMKN 1 Kuala Simpang, dan SDN 4 Kuala Simpang. Kehadiran para ASN ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan fasilitas publik agar dapat segera digunakan kembali.

​”Kami ingin memastikan sarana pendidikan kembali bersih dan layak digunakan. Fokus utama adalah membersihkan sisa lumpur agar lingkungan sekolah kembali sehat,” ujar M. Nasir di sela-sela kegiatannya.

​Kemudian Sekda Aceh, M. Nasir juga menyisir sejumlah sarana publik lainnya yang mengalami kerusakan pascabencana. Peninjauan ini dilakukan untuk mendata kerusakan infrastruktur guna langkah perbaikan lebih lanjut.

Meski beberapa sekolah sempat terdampak cukup parah oleh genangan air dan lumpur, Pemerintah Aceh memastikan hal tersebut tidak akan menghambat hak belajar siswa.

​M. Nasir menegaskan bahwa proses belajar mengajar (PBM) di wilayah terdampak banjir Aceh Tamiang akan tetap berjalan sesuai jadwal. Format pelaksanaan PBM disesuaikankan dengan kondisi masing-masing wilayah.

​”Kami memastikan bahwa proses belajar mengajar ini akan tetap berlanjut mulai besok, Senin, 5 Januari 2026 dengan format yang disesuaikan, ” kata M. Nasir.

Menurutnya, ​kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Aceh dalam menangani dampak bencana, guna menjamin pelayanan publik dan aktivitas pendidikan tidak lumpuh terlalu lama pascabanjir.

​”Guru tetap mengajar bukan hanya untuk mengejar kurikulum, tetapi karena mereka memiliki peran penting dalam aspek psikososial siswa. Kehadiran guru bersama siswa, serta berkumpulnya para siswa akan membantu memulihkan kondisi emosional mereka setelah menghadapi bencana,” pungkasnya. (id65)

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Nusantara

JAKARTA (Waspada.id):  TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengirimkan material hunian sementara (huntara) seberat 9.932 kg beserta alat kesehatan 1.500 kg melalui pesawat C-130 Hercules, Sabtu (24/1/2026). Pengiriman dilakukan dari Lanud…

Aceh

SIGLI (Waspada.id) : Gambaran pemulihan pascabencana di Kabupaten Pidie belum seindah laporan resmi. Data Indikator Pemulihan Pemerintahan dan Masyarakat Kabupaten Pidie justru mengungkap fakta pahit, ratusan fasilitas publik masih rusak,…