BANDA ACEH (Waspada.id): Ribuan warga terdampak banjir dan longsor di Aceh masih harus bertahan di pengungsian dan hunian darurat. Hingga akhir Januari 2026, pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana belum sepenuhnya rampung.
Kasatgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh, Safrizal ZA, menyebutkan, dari total 16.294 unit Huntara yang direncanakan di seluruh Aceh, baru 3.248 unit atau sekitar 19,9 persen yang telah selesai dibangun.
“Sebanyak 13.046 unit lainnya masih dalam proses pengerjaan,” kata Safrizal, Selasa (27/1/2026).
Artinya, lebih dari 80 persen Huntara masih belum bisa ditempati, sementara ribuan korban bencana masih menggantungkan hidup di lokasi pengungsian atau tempat tinggal sementara yang minim fasilitas.
Safrizal mengakui, percepatan pembangunan Huntara menjadi prioritas utama pemerintah mengingat kebutuhan mendesak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
“Seluruh jajaran di lapangan terus bekerja keras agar pembangunan bisa segera selesai,” ujarnya.
Data Satgas mencatat, hingga saat ini terdapat 12 kabupaten/kota yang mengajukan pembangunan Huntara, serta 16 kabupaten/kota yang mengajukan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH).
Beberapa daerah menunjukkan progres pembangunan relatif lebih baik. Di Aceh Tamiang, sekitar 1.000 unit Huntara telah rampung, sementara 1.600 unit lainnya masih dikerjakan.
Aceh Utara mencatat 829 unit selesai dan lebih dari 3.400 unit masih dalam proses pembangunan. Sementara Pidie Jaya telah menyelesaikan 222 unit, Aceh Tengah 275 unit, dan Bener Meriah sekitar 200 unit.
Meski demikian, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan total, terutama di daerah-daerah dengan tingkat kerusakan permukiman yang tinggi.
Selain Huntara, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban yang belum memiliki tempat tinggal tetap. Total penerima DTH tercatat sebanyak 8.047 kepala keluarga (KK).
Dari jumlah itu, sekitar 4.000 KK telah menerima bantuan, sementara sisanya masih dalam tahap pembukaan rekening dan verifikasi lapangan.
Safrizal memastikan pemerintah pusat dan daerah terus melakukan koordinasi untuk mempercepat pembangunan Huntara dan penyaluran DTH.
“Kita berupaya agar masyarakat terdampak segera mendapatkan kepastian hunian dan tidak terlalu lama tinggal di tempat pengungsian,” tegasnya.
Namun, hingga kini, ribuan keluarga korban bencana di Aceh masih harus bersabar menunggu Huntara selesai dibangun, sembari berharap janji pemulihan pascabencana dapat segera terwujud. (Hulwa)










