BLANGPIDIE (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Pemkab Abdya), mulai menyusun arah pembangunan 2027 melalui Forum Konsultasi Publik (FKP). Namun, di tengah daftar visi dan delapan misi besar yang dipaparkan, pertanyaan publik yang mengemuka bukan lagi apa yang direncanakan, melainkan apa yang benar-benar bisa diwujudkan.
Forum yang dibuka Sekretaris Daerah Abdya, Amrizal SSos, Selasa (27/1) di Aula Bappeda itu, disebut sebagai pintu awal menyelaraskan kebijakan pemerintah, dengan kebutuhan masyarakat. Tetapi realitas di lapangan mulai dari ketimpangan infrastruktur, lemahnya ekonomi rakyat, hingga tantangan pelayanan dasar, menjadi ujian utama dari Arah Baru Abdya Maju.

Delapan misi yang dirangkum dalam istilah khas daerah dari penguatan syariat, peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, ekonomi berdaya saing, layanan kesehatan, hingga reformasi birokrasi digital, terlihat komprehensif di atas kertas. Namun publik menanti lebih dari sekadar konsep: kejelasan prioritas, keberpihakan anggaran dan ukuran keberhasilan yang konkret. “Forum ini penting untuk menyatukan persepsi dan menyelaraskan program pembangunan dengan aspirasi masyarakat,” kata Amrizal.
Pernyataan itu sekaligus menempatkan beban moral pada pemerintah daerah, sejauh mana aspirasi tersebut benar-benar diakomodasi, bukan sekadar dicatat dalam dokumen perencanaan.

Kepala Bappeda Abdya, Sufrinaldi SH menyebutkan, hasil FKP akan menyempurnakan rancangan awal RKPD sebelum masuk tahapan berikutnya. Ia berharap masukan peserta bersifat konstruktif. Namun tantangan sesungguhnya justru muncul setelah forum selesai, yakni memastikan perencanaan tidak berhenti sebagai rutinitas tahunan, tetapi menjadi alat perubahan nyata.
FKP RKPD 2027 ini menjadi momentum uji konsistensi Pemkab Abdya, apakah perencanaan partisipatif benar-benar membuka ruang koreksi publik, atau kembali terjebak dalam siklus formalitas. Di sinilah publik akan menilai, apakah RKPD 2027 menjadi jawaban atas persoalan riil masyarakat, atau sekadar janji pembangunan yang berulang setiap tahun.(id82)










