LANGSA (Waspada.id): Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSCM) Langsa di bawah PT Cut Meutia Medika Nusantara (PT CMN) terus melakukan peningkatan pelayanan optimal kesehatan kepada pasien menuju Rumah Sakit Prima dan menangani Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar limbah cair medis sesuai baku mutu dan tidak mencemari lingkungan.
Direktur PT Cut Meutia Medika Nusantara, Ernawati kepada wartawan, Minggu (01/02/2026) mengatakan, sebagai rumah sakit swasta RSCM terus melakukan pembenahan untuk menjadi yang terbaik dan Prima yang merujuk pada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan yang berfokus memberikan pelayanan terbaik, cepat, aman, dan berkualitas untuk memberikan kenyamanan pasien, modernisasi, dan layanan holistik.
Jadi, langkah-langkah yang kita diambil salah satunya dalam penanganan limbah rumah sakit dengan melakukan pengelolaan IPAL secara maksimal, agar tidak mencemari lingkungan dan masyarakat sekitar.
Dijelaskan Nana, sapaan akrab Ernawati, IPAL merupakan komponen utama yang menangani pengolahan air limbah di fasilitas kesehatan ini. Untuk itu, sistem IPAL di rumah sakit RSCM telah dirancang untuk mengolah limbah medis dan non-medis sebelum dibuang ke lingkungan, memastikan bahwa semua buangan memenuhi standar keselamatan dan lingkungan yang ketat.
“IPAL rumah sakit merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat,” tandasnya.

Diungkapkan Nana, limbah cair rumah sakit terdiri dari limbah cair medis dan domestik dari ruang rawat, laboratorium, dapur, dan laundry mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.
Oleh karena itu, sistem pengolahan limbah cair rumah sakit di RSCM dirancang khusus untuk menangani limbah tersebut dengan aman dan efektif, sehingga memenuhi standar baku muti yang disyaratkan oleh pemerintah.
Selain itu, kita selalu berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Langsa dan Konsultan Lingkungan Pendamping dari PT PATRI (Pusat Kajian Industri) yang khusus menangani IPAL.
Di bidang medis, Ernawati kembali menjelaskan, RSCM Langsa terus melakukan terobosan terbaiknya memberikan pelayanan kesehatan khusus anak dengan menyiapkan ruangan khusus NICU (Neonatal Intensive Care Unit) untuk merawat bayi baru lahir yang mengalami gangguan kesehatan.
Ruang NICU, sambungnya, adalah ruangan di rumah sakit yang digunakan untuk merawat bayi baru lahir yang mengalami gangguan kesehatan. Di mana, bayi-bayi yang dirawat di NICU membutuhkan perawatan intensif untuk mencegah dan mengobati kegagalan organ vital.
Beberapa kondisi yang mengharuskan bayi dirawat di NICU, di antaranya: bayi lahir prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), bayi mengalami masalah saat persalinan, bayi mengalami gangguan pernapasan, bayi mengalami penyakit infeksi, bayi mengalami penyakit kuning.
“Di ruang NICU ini, bayi akan dirawat dengan peralatan khusus seperti inkubator, monitor, ventilator, dan selang makan.
Ruang NICU merupakan area steril yang tidak boleh dimasuki sembarangan orang,” jelasnya.
Selain itu, khusus di ruang NICU ada tiga dokter spesialis anak yang menangani, seperti dr Reni, dr Desi Miranda dan Desi Nediyanti. Begitu juga untuk ruangan Obgyn ada lima dokter, yakni dr Fahrurazi, dr James, dr Isnayu, dr Danu dan dr Novinda.

Bagi pasien rawat inap, lanjut Ernawati lagi, pihaknya juga telah menyiapkan 31 bad/tempat tidur di ruang inap bagi pasien bersalin dengan berbagai kelas, yakni kelas VIP, kelas Utama, kelas KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) terdiri kelas I, II dan III.
“Begitu juga untuk ruang diagnostik, RSCM telah memiliki alat yang canggih, bukan saja 2, 3 dan 4 dimensi, tapi dengan fasilitas 5 dimensi yang hasilnya bisa langsung terhubung dengan smart phone,” sebutnya.
Selanjutnya, bagi pasien emergency yang harus menjalani operasi, RSCM juga telah menyiapkan ruangan operasi dengan peralatan baru dan canggih dengan penambahan Instalasi Bedah Sentral dengan alat-alat yang lebih modern di dalam ruangan tersebut, seperti : Meja Operasi Mindray, Defibrilator Mindray Beneheart D3 Standard A, Patient Monitor Mindray, dan lainnya.
Tentunya, ungkap Nana lagi, ini semua disiapkan RSCM menyahuti kebutuhan fasilitas kesehatan bagi masyarakat Kota Langsa.
“Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir lagi membawa pasien rujuk keluar daerah, semua fasilitas sudah disiapkan di RSCM Langsa, tegasnya.
Di sisi lain, Nana juga mengajak seluruh karyawan rumah sakit, dokter, perawat, karyawan dan manajemen RSCM untuk tampil yang terbaik dengan mengedepankan pelayanan, meskipun lelah tapi tetap tersenyum dan ramah kepada para pasien.
“Tujuan akhirnya, mudah-mudahan bisa membuat RS Cut Meutia makin dicintai oleh warga Kota Langsa khususnya, dan menjadi pilihan pertama sebagai tempat rujukannya saat berobat, karena kita yakin dengan memberikan pelayanan terbaik yang maksimal kepada pasien dan keluarga, RSCM akan dicintai masyarakat Kota Langsa,” pungkasnya.
Sementara Direktur Utama PT PATRI (Pusat Kajian Industri), Bayu Pramana Putra, ST. MT melalui Wieke Liyendawari, SE. MM yang dihubungi wartawan mengaku, Rumah Sakit Umum Cut Meutia bekerjasama dengan Konsultan Lingkungan Pendamping PT PATRI (Pusat Kajian Industri) untuk menangani IPAL rumah sakit.
Dimana, lanjutnya, sample limbah secara kontinu dibawa ke laboratorium yang terakreditasi Kementerian Lingkungan Hidup, pengawasan juga selalu dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Langsa.
“Hingga saat ini hasil sampling RS Cut Meutia masih dalam baku mutu sesuai ketentuan. Bahkan, sejauh ini juga Alhamdulillah belum pernah ada komplain dari pihak masyarakat sekitar terkait limbah di RS Umum Cut Meutia,” imbuhnya.

Salah seorang pengunjung, Ratna Dewi, warga Langsa yang anaknya sedang dirawat di RSCM Langsa mengaku sangat puas dengan layanan yang disuguhkan rumah sakit ini. Selain perawatan yang ramah, juga lingkungan yang bersih dan asri, yang membuat pengunjung merasa betah dan tenang saat menunggu pasien.
Menariknya lagi, pasien yang dirawat setiap hari ditanya menu makanan apa yang diinginkan setiap pagi sesuai keinginan pasien yang sesuai petunjuk dokter. Bahkan, setiap ruangan juga dipasang Wifi untuk pengunjung dan keluarga pasien.
Kemudian, saat pasien yang sudah membaik dan hendak keluar rumah sakit, disuguhkan crimbat/cuci rambut dan bagi ibu melahirkan mendapatkan cenderamata berupa peralatan dan pakaian bayi.
“Selama ini mana ada rumah sakit di Langsa yang menawarkan menu makanan dan fasilitas lain untuk pasien seperti di RSCM ini. Ini luar biasa dan sangat baik sekali pelayanannya,” tuturnya.(b05)












