BANDA ACEH (Waspada.id): Tingginya intensitas hujan yang melanda wilayah Aceh Besar dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan terjadinya banjir genangan di sejumlah kawasan permukiman. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah.
Selain dipicu oleh curah hujan yang tinggi, banjir genangan tersebut juga disebabkan oleh tidak berfungsinya saluran pembuangan primer di lingkungan permukiman warga.
Saluran air tersumbat oleh sampah, semak belukar, serta pohon liar yang tumbuh di sepanjang alur pembuangan, sehingga air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar.
Keuchik Gampong Leu Ue, Yusri, VE, ST, menyampaikan bahwa dampak banjir tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga merendam lahan persawahan milik masyarakat.
“Bila intensitas hujan tinggi, di kawasan permukiman Gampong Leu Ue selalu terjadi banjir. Sebenarnya ini banjir genangan, tapi tetap tidak nyaman karena air masuk ke rumah warga,” ungkap Yusri.
“Selain curah hujan yang tinggi, kondisi ini diperparah oleh saluran pembuangan primer yang tidak berfungsi karena tersumbat sampah dan pohon liar,” katanya, saat ditemui di lokasi pembersihan saluran di Komplek Kesehatan Gampong Leu Ue, Rabu (31/12).
Untuk meminimalkan dampak banjir dan mempercepat surutnya genangan air, Pemerintah Gampong Leu Ue berinisiatif melakukan pembersihan saluran pembuangan dengan menggunakan alat berat jenis beko yang merupakan bantuan dari BPBD Aceh Besar.
Kegiatan tersebut juga melibatkan partisipasi aktif warga setempat melalui gotong royong. Yusri menambahkan, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam mencegah banjir serupa terulang di masa mendatang.
“Kalau warga mau bergotong royong dan tidak membuang sampah sembarangan, tentu kondisinya tidak akan separah ini sampai menggenangi rumah dan sawah warga,” ujarnya.
Sementara itu, Saifuddin, anggota DPRK Aceh Besar dari Fraksi Partai Aceh yang juga merupakan warga setempat, menyambut baik langkah cepat yang diambil Pemerintah Gampong Leu Ue. Ia mengapresiasi inisiatif pembersihan saluran yang dilakukan tanpa menunggu anggaran khusus dari pemerintah gampong.
“Saya sangat mengapresiasi langkah Keuchik Leu Ue. Apa yang dilakukan Bapak Yusri sudah sangat luar biasa. Ke depan, kami berharap Pemerintah Daerah Aceh maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dapat menganggarkan dana untuk normalisasi saluran ini,” ujar Saifuddin.
Ia menjelaskan, saluran pembuangan tersebut memiliki peran vital bagi warga Gampong Leu Ue karena membentang sepanjang sekitar 1,5 kilometer, mulai dari Jalan Japakeh, melewati Komplek Rindam IM, Komplek Kesehatan, area persawahan warga, hingga bermuara di Krueng Daroy.
“Dengan panjang dan fungsinya yang sangat strategis, normalisasi saluran ini tentu sulit jika hanya mengandalkan dana gampong. Perlu dukungan pemerintah daerah agar masalah banjir genangan ini dapat ditangani secara berkelanjutan,” pungkasnya. (id65)











