BIREUEN (Waspada.id): Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Peusangan Selatan di Gampong Darussalam, Kabupaten Bireuen, masih terkendala lumpur tebal pasca banjir bandang pada hari pertama masuk sekolah Senin (5/1/2025).
Tidak ada tenda darurat yang disediakan untuk kegiatan belajar, sehingga siswa terpaksa menggunakan Meunasah Gampong yang dulunya menjadi tempat pengungsian warga.

Guru sekolah tersebut, Renaldi, mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya telah membersihkan sekolah sejak beberapa hari lalu dengan peralatan seadanya, namun kewalahan tanpa bantuan alat berat.
“Lumpur di halaman dan ruangan belajar tidak bisa dibersihkan secara maksimal. Menyewa alat berat membutuhkan biaya besar yang tidak dimiliki sekolah. Jika lumpur dikeluarkan dari dalam ruangan, akan kembali masuk bila turun hujan,” jelasnya Minggu (4/1).

Selain lumpur, bangunan sekolah yang sudah dimakan usia juga mengalami kerusakan di beberapa titik dan diperkirakan perlu dibangun baru ketimbang direnovasi. “Tanpa tenda darurat, pelajar belum bisa memasuki ruangan sekolah untuk belajar,” ujar Renaldi.
Keuchik Darussalam, Saifullah, Senin (5/1/26) mengonfirmasi bahwa pada hari pertama masuk sekolah, hanya sebagian kecil siswa yang hadir dan belajar di Meunasah Gampong. “Tenda darurat untuk belajar sangat penting, mudah-mudahan segera tersedia,” harapnya.

Pantauan Waspada.id menunjukkan bahwa hingga kini belum ada bantuan alat berat atau tenda darurat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen untuk sekolah tersebut.(id73)











