KUTACANE: (Waspada.id): Berdasarkan hasil penelusuran, sejumlah kegiatan pada Dinas Kesehatan Aceh Tenggara tahun 2025 sedang menjadi sorotan dan dipertanyakan oleh berbagai elemen masyarakat di bumi Sepakat Segenep Metuah, terutama Proyek Rehabilitasi Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) senilai Rp290 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun anggaran 2025, yang diduga dikerjakan asal jadi.
Sumber anonim dari internal Dinkes mengungkapkan, untuk membuktikan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis, sebaiknya dilakukan pembongkaran plafon. Hal ini bertujuan untuk memastikan apakah rangka baja yang dipasang baru atau bekas. Proyek rehabilitasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerja Dinkes Aceh Tenggara. Namun, dengan adanya dugaan pekerjaan asal jadi, tujuan tersebut terancam tidak tercapai sebutnya.
Dugaan ketidaksesuaian spesifikasi serta langkah perbaikan yang akan dilakukan sejumlah kegiatan pada dinkes Aceh Tenggara yakni, pemeliharaan gedung belakang Kantor Dinas Kesehatan (Rp50.750.000), pemasangan paving block Puskesmas Naga Timbul (Rp150.000.000), rehabilitasi Pustu Kuning (Rp150.000.000), rehabilitasi Pustu Lawe Sempilang (Rp150.000.000), rehabilitasi Pustu Desa Kubu (Rp150.000.000), rehabilitasi Pustu Darul Aman (Rp150.000.000).
Selanjutnya, pemasangan Instalasi Air Puskesmas Leuser (Rp72.300.000), rehabilitasi Poskesdes Bun-bun Indah (Rp300.000.000), rehabilitasi Poskesdes Rantodior (Rp500.000.000), rehabilitasi Puskesmas Mamas (Rp500.000.000), belanja Alat/Bahan untuk kegiatan kantor-alat tulis kantor (Rp1.657.500), belanja obat dan BMHP (Rp5.663.392.000), pengadaan makanan tambahan (PMT) susu balita (Rp447.129.000), pengadaan vaccine carier (Rp7.500.000).
Kemudian, pengadaan Pusling Puskesmas, Kewajiban 2024, (Rp6.708.350.000), pengadaan mobiler gedung PSC 119 (Rp139.670.000), pengadaan dental unit (Rp500.000.000), belanja modal alat kesehatan umum lainnya, Kewajiban 2024, (Rp539.117.300), belanja bahan-bahan bakar dan pelumas (Rp134.894.000), belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor-alat tulis kantor (Rp12.428.000), belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor-benda pos (Rp1.100.000).
Selian itu juga disorot diduga tak sesuai spesifikasi yakni, belanja alat/bahan untuk kegiatan kantor- bahan cetak Rp12.428.000, pengadaan PMT balita dan ibu hamil (kewajiban 2024) Rp655.813.000, pengadaan PMT susu bagi balita miskin (kewajiban 2024) Rp198.544.500,
Pengadaan PMT Biskuit bagi Balita Miskin (Kewajiban 2024) Rp 125.993.374, pengadaan vitamin balita miskin (kewajiban 2024) Rp69.297.522, belanja makanan dan ninuman rapat Rp10.800.000, belanja aset tetap lainnya-bahan perpustakaan-bahan perpustakaan tercetak-buku umum Rp30.000.000.
Selanjutnya, belanja pemeliharaan alat angkutan-alat angkutan darat bermotor-kendaraan dinas Bermotor Perorangan Rp41.980.000, belanja pemeliharaan alat kantor dan rumah tangga-alat kantor-alat Kantor lainnya Rp16.965.000, perencanaan DAU 2025 Rp35.000.000, jasa konsultasi pengawasan DAK 2024 (Kewajiban 2024) Rp33.688.000, jasa konsultansi pengawasan DOKA T.A 2025 Rp38.250.000, jasa Konsultasi pengawasan DAU T.A 2025 Rp33.750.000, jasa Konsultasi Pengawasan DAU Tahun 2024 (Kewajiban 2024) Rp33.500.000.
Kemudian, belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Benda Pos Rp26.000.000, belanja Paket/Pengiriman Rp7.500.000, belanja Modal Alat Pendingin Rp10.412.337, belanja Modal Personal Computer Rp17.982.800, belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor-Alat Tulis Kantor Rp69.146.000, belanja Makanan dan Minuman Rapat Rp29.810.000, belanja Alat/Bahan untuk Kegiatan Kantor- Bahan Cetak Rp98.370.000, belanja Tagihan Listrik Rp200.989.224, belanja Kawat/Faksimili/Internet/TV Berlangganan R 66.000.000,
rehabilitasi Puskesmas Lawe Perbunga (Kewajiban 2024) Rp681.514.400, rehabilitasi Gedung Aula Kantor Dinas Kesehatan (Kewajiban 2024) Rp 291.558.000 dan belanja Obat-obatan, Obat-obatan Lainnya (Kewajiban 2024) Rp3.545.534.390.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tenggara, Rosita Astuti melalui sambungan WhatsApp Jumat (16/1) menuliskan, “Waalaikumusalam. Bukan tidak ditanggapi tapi mungkin belum ditanggapi karena kesibukan… Maaf ya seh, silahkan datang ke kantor untuk lebih jelas bukan diluar jam kantor tks. (id80)










