Sektor Pertanian Jadi Sorotan, Pemkab Pidie Diminta Perhatikan Infrastruktur

- Aceh
  • Bagikan
Sektor Pertanian Jadi Sorotan, Pemkab Pidie Diminta Perhatikan Infrastruktur
Salah satu infrastruktur pertanian berupa saluran sekunder rusak dan perlu diperbaiki, Kamis (30/11). Waspada/ Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Sektor pertanian di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh menjadi prioritas, sehingga perlu perhatian khusus mendukung keberlangsungan para petani dalam mengelola pertanian.

Anggota DPRK Pidie, Tgk. Muhammad Khaizir, Fraksi Nanggroe Restorasi Kebangsaan (NRK), menyampaikan Pemkab Pidie melalu dinas terkait, seperti Dinas Pertanian dan Pangan, PUPR dan Dinas Kimpraswil perlu melakukan berbagai terobosan untuk memenuhi kebutuhan para petani dalam mengolah lahannya.

Politisi Partai Nanggroe Aceh ( PNA), ini mencontohkan dalam usaha pemerataan aliran air ke sawah, perlu kembali dilakukan perbaikan saluran irigasi, penataan ulang sejumlah pintu air baik untuk saluran tersier maupun sekunder yang telah banyak rusak.

Begitupun terhadap jalan pertanian di sejumlah lokasi di Pidie, kata dia, sudah banyak yang dikikis oleh petani untuk memperluas areal persawahannya.

Karena itu dia meminta kepada Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Pidie bisa bekerja sama dengan Kantor Pertanahan daerah setempat untuk menginventarisir kembali batas- batas tanah atau lahan sawah yang menjadi aset Pemkab Pidie tersebut dalam hal ini jalan tani.

Sektor Pertanian Jadi Sorotan, Pemkab Pidie Diminta Perhatikan Infrastruktur

“Terutama yang berkaitan dengan saluran tersier yang tersebar di seluruh area persawahan. Kami minta bisa memasang kembali tiang atau batu pembatas yang jelas sepanjang jalan usaha tani dengan tanah sawah milik masyarakat, ini penting agar tidak terjadi persoalan di kemudian hari,” katanya.

Muhammad Khaizir, menilai Pemkab Pidie perlu memperhatikan sektor pertanian secara serius, karena mayoritas masyarakat Pidie sangat tergantung hidupnya pada sektor pertanian, perkebunan dan kelautan.

“Jadi salah satu faktor yang dapat mengubah perilaku kehidupan masyarakat Pidie adalah dengan membuat skema kerja tani yang lebih efisien dan bermutu,” katanya.

Dia menuturkan, dengan membaiknya infrastuktur sektor pertanian tersebut peningkatan produktivitas beras lokal dapat digenjot, sehingga kedaulatan pangan di daerah berjuluk Pang Ule Buet Ibadat,Pang Ulee hareukat meugoe, itu dapat terwujud.

Dia meminta Pemkab Pidie untuk terus memantau ketersediaan kuota pupuk bagi petani Pidie dan memastikan distribusi tepat sasaran, termasuk penyediaan alat-alat pertanian modern.( b06)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *