Aceh

Sentuhan Nyata, Pengaman Tertata

Sentuhan Nyata, Pengaman Tertata
Ketua Bhayangkari Cabang Pidie Ny. Ruri Jaka menyerahkan bingkisan kepada petugas di Pos Pengamanan sebagai bentuk dukungan moril dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di Sigli. Waspada.id/Ist
Kecil Besar
14px

Kunjungan Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pidie Ny. Ruri Jaka ke Pos Pam, Pos Yan, dan Pos Pantau dalam Operasi Ketupat Seulawah 2026, Minggu (15/3/2026), bukan sekadar agenda seremonial yang rutin digelar setiap tahun.

Di tengah meningkatnya arus mobilitas masyarakat jelang Idulfitri 1447 Hijriah, kehadiran langsung pimpinan di lapangan menjadi sinyal kuat, pengamanan tidak boleh berjalan biasa-biasa saja.

Namun lebih dari itu, ada kontrol langsung, ada kepastian komando, dan ada upaya memastikan personel benar-benar bekerja sesuai fungsi. Yang dibutuhkan masyarakat memang bukan sekadar simbol, melainkan jaminan rasa aman.

Dan langkah Kapolres turun langsung ke Pos Pam Kecamatan Mutiara, Pos Yan Terminal Sigli, hingga Pos Pantau gerbang tol Padang Tiji menunjukkan bahwa pengamanan tidak hanya dikendalikan dari balik meja.

“Kami ingin memastikan seluruh personel dalam kondisi siap serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas AKBP Jaka Mulyana.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana menyerahkan bingkisan kepada petugas di Pos Pengamanan sebagai bentuk dukungan dan apresiasi dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah 2026 di wilayah Sigli. Waspada.id/Ist

Pernyataan ini bukan sekadar formalitas. Sebab dalam praktiknya, kehadiran pimpinan di lapangan kerap menjadi pembeda antara pengamanan yang berjalan normatif dan pengamanan yang benar-benar responsif. Hal itu juga dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah seorang warga Sigli, Rahmat, 42, mengaku kehadiran polisi di pos-pos pengamanan memberi rasa tenang, terutama bagi pengguna jalan. “Kalau ada polisi berjaga, kami lebih nyaman. Apalagi saat arus mudik, kondisi jalan biasanya padat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan sopir bus antar kabupaten, M. Nasir, 38. Ia menilai pengawasan di titik-titik strategis sangat membantu kelancaran perjalanan. “Kalau petugas aktif mengatur lalu lintas, kami sopir juga lebih mudah mengendalikan kendaraan. Yang penting jangan hanya ramai saat kunjungan saja, tapi terus dijaga,” katanya lugas.

Sementara itu, seorang penumpang bus tujuan Banda Aceh–Medan, Siti Aisyah, 29, berharap pelayanan di pos tidak hanya terlihat dari luar, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya. “Kami sebagai penumpang butuh rasa aman. Kalau ada pos yang benar-benar aktif, itu sangat membantu, apalagi untuk perjalanan jauh,” ungkapnya.

Memang, setiap musim mudik selalu diwarnai persoalan klasik kemacetan, kecelakaan, hingga potensi gangguan kamtibmas. Namun di titik inilah pentingnya pengawasan langsung, evaluasi cepat, dan instruksi yang jelas kepada personel.

Bingkisan yang dibagikan bukan sekadar simbol, melainkan bentuk perhatian yang menjaga moral personel tetap tinggi di tengah tekanan tugas yang tidak ringan, bahkan saat sebagian masyarakat menikmati momen kebersamaan bersama keluarga.

Kehadiran Bhayangkari juga memberi dimensi penting dalam penguatan psikologis anggota. Dukungan yang disampaikan Ny. Ruri Jaka menjadi energi tambahan bagi personel yang bertugas di lapangan. “Kami berharap ini dapat menambah semangat anggota dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam konteks pengamanan, semangat bukan satu-satunya kunci. Namun tanpa semangat, pelayanan juga tidak akan maksimal. Di sinilah peran Bhayangkari menjadi relevan—menguatkan sisi kemanusiaan di balik tugas yang penuh risiko.

Operasi Ketupat Seulawah bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah ujian nyata bagi kesiapan institusi dalam memastikan masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman.

Langkah Kapolres Pidie yang turun langsung ke lapangan menjadi fondasi penting. Tinggal bagaimana konsistensi itu dijaga, bagaimana instruksi dijalankan, dan bagaimana pelayanan benar-benar dirasakan masyarakat.

Pada akhirnya, pengamanan bukan soal hadir sesaat, tetapi konsisten setiap saat. Ketika pimpinan turun langsung dan personel bekerja dengan terarah, maka kepercayaan publik perlahan menguat. Lebaran pun bukan lagi soal cemas di jalan, melainkan tenang dalam perjalanan. Pengamanan tertata, pemudik terjaga.

Muhammad Riza

Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel dan Google News Pastikan Kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE