WAKTU singkat tak menjadi penghalang bagi Adi Tyogunawan, S.H., M.H. untuk bekerja cepat. Baru dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Langsa pada 11 November 2025, Adi langsung menunjukkan ritme kerja yang agresif dan terukur.
Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, kinerja Kejari Langsa justru melonjak. Data capaian per 31 Desember 2025 mencatat realisasi anggaran keseluruhan mencapai 106,05 persen, sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melonjak tajam hingga 376,02 persen.
Angka ini menjadi sinyal kuat adanya percepatan kerja internal.
Namun yang paling mendapat perhatian publik adalah langkah Kejari Langsa dalam penanganan tindak pidana korupsi.
Di masa kepemimpinan Adi, jumlah operasi penyelidikan perkara korupsi meningkat signifikan, disertai dengan keberlanjutan proses ke tahap penyidikan, penuntutan, hingga eksekusi.
Awal Januari 2026, Kejari Langsa bahkan mengajukan permohonan penyitaan dan penggeledahan melalui sistem e-BERPADU Mahkamah Agung, menandakan penyidikan tidak berhenti di tahap awal.
Saat dikonfirmasi, Adi Tyogunawan membenarkan langkah tersebut.
“Benar, saya telah menandatangani perintah penyidikan tindak pidana korupsi yang terjadi di Pemerintah Kota Langsa. Proses hukum sedang berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya singkat.
Tak hanya fokus pada penindakan, Adi juga mendorong upaya pencegahan. Kegiatan kampanye anti korupsi, penerangan dan penyuluhan hukum meningkat, termasuk program Jaksa Masuk Sekolah dan Jaksa Menyapa yang menyentuh langsung masyarakat.
Di bidang perdata dan tata usaha negara, Kejari Langsa mencatat peningkatan pendampingan hukum dan pemulihan keuangan negara, sementara pelayanan hukum gratis dan Halo JPN terus diperluas.
Meski masih seumur jagung menjabat, langkah cepat Adi Tyogunawan memberi kesan kuat bahwa ia datang bukan sekadar menjalankan rutinitas.
Fondasi kerja mulai diletakkan, tegas dalam penegakan hukum, terbuka dalam pelayanan, dan terukur dalam kinerja.
Awal yang singkat, namun menjanjikan.
Ibnu Sa’dan











